Update Virus Corona Dunia
Pria di Perancis Dipenjara 1 Tahun Akibat Jual Masker Wajah di Tengah Wabah Virus Corona
Pria itu dilaporkan melanggar aturan pemerintah bahwa semua masker harus dikerahkan kepada pekerja medis di tengah wabah virus corona.
Seorang biksu Buddha menulis doa pada sebuah masker wajah berwarna oranye.
Doa itu berbunyi sebuah permohonan agar penderitaan yang ditimbulkan virus corona segera berakhir. Masker wajah itu bukan masker biasa, namun terbuat dari plastik daur ulang.
Thailand sejauh ini memiliki jumlah kasus infeksi tertinggi di Asia Tenggara. Selama akhir pekan, infeksi bisa meningkat dua kali lipat. Kini total infeksinya mencapai 721 kasus.
Perbatasan negara dan ruang-ruang publik telah ditutup. Sekelompok biksu inovatif di dekat Bangkok mendekatkan diri kepada ajaran Buddha sebagai upaya mereka mengatasi penyakit virus corona.
• Aksi Solidaritas OYO Indonesia, Siapkan Kamar Hotel bagi Tenaga Medis Covid-19
Kuil Chak Daeng terkenal dengan kampanye yang dipimpin oleh kepala biara, Abbot Pranom, yang sadar akan lingkungan untuk menghasilkan pakaian jubah dari 15 ton sampah plastik botol yang diterima setiap bulannya.
Biksu dan relawan menenun serat benang sintetis yang diekstraksi dari plastik dengan kapas ke tumpukan kain berwarna kuning (warna kuningnya dihasilkan dari saffron).
Abbot Pranom Dhammalangkaro pada bulan lalu mulai memproduksi beberapa masker wajah (dengan bahan daur ulang itu) sebagai upaya perlindungan kepada orang-orang.
Lapisan filter tambahan dijahit pada lapisan dalam yang dikatakan Abbot Pranom sebagai perlindungan dari tetesan semprotan yang potensial.
Untuk ketenangan pikiran, 'master jimat' Wat Chak Daeng menulis doa di masker-masker wajah tersebut.
Dia menyugestikan bahwa untuk mengetahui suatu masalah adalah menemukan cara untuk mengakhiri penderitaan.
• Presiden Filipina Beri Peringatan Keras, Ancam Tembak Mati Bagi Siapa pun yang Langgar Lockdown
Tapi Abbot mengakui bahwa tidak semua orang percaya akan doa. "Bagi mereka yang tidak percaya pada hal semacam ini, tidak akan ada bedanya," ujar Abbot.
Sementara itu, Abbot juga mengimbau kepada umat Buddha di Thailand agar tidak melakukan panic buying seperti yang telah terjadi di akhir pekan.
Dia meminta umat Budhha untuk tetap berhati-hati dalam melewati krisis.
Di negara tetangga Thailand, di Myanmar, tidak ada klaim kasus infeksi membuat orang-orang skeptis.
Para biksu Buddha juga telah berdoa sungguh-sungguh untuk mencoba melindungi negara mereka.
Satu kelompok Buddha bahkan menaiki balon udara untuk memercikkan 'air suci' di atas wilayah Bagan yang mana banyak terdapat kuil di sana.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jual Masker Wajah di Tengah Virus Corona, Pria Perancis Dipenjara 1 Tahun