Update Virus Corona Dunia
Pria di Perancis Dipenjara 1 Tahun Akibat Jual Masker Wajah di Tengah Wabah Virus Corona
Pria itu dilaporkan melanggar aturan pemerintah bahwa semua masker harus dikerahkan kepada pekerja medis di tengah wabah virus corona.
TRIBUNMANADO.CO.ID, PRANCIS - Akibat jual masker wajah saat wabah virus corona, seorang pria dipenjara.
Seorang pria di Perancis dipenjara satu tahun dan denda 10.000 euro (Rp 179,1 juta) setelah ketahuan menjual masker wajah di tepi jalan.
Pria itu dilaporkan melanggar aturan pemerintah bahwa semua masker harus dikerahkan kepada pekerja medis di tengah wabah virus corona.
Vonis di Paris itu merupakan yang putusan pertama, setelah polisi menemukan banyak stok penutup hidung yang ditimbun dalam beberap hari terakhir.
• Update Jumlah Positif Covid-19 di Sulawesi Selatan, Bertambah 16 Kasus, Total Mencapai 66 Orang
Petugas menemukan setidaknya 20.000 unit masker wajah jenis FFP1 dan FFP2 yang berkualitas tinggi di rumah pelaku di distrik 19 Paris.
Dilansir AFP Kamis (2/4/2020), sumber dari penegak hukum tidak merinci berapa harga masker yang dijual pria yang tak disebutkan identitasnya itu.
Saat ini, Negeri "Anggur" tengah meningkatkan produksi masker untuk mengatasi kelangkaan yang dialami tenaga medis di garda terdepan penanganan virus corona.
Menteri Kesehatan Olivier Veran Rabu (1/4/2020) menyatakan, mereka sudah memesan 1,5 miliar masker wajah, dengan produsennya mayoritas dari China.
Tetapi karena tingginya permintaan dari negara lain yang juga terdampak, diperkirakan Perancis tidak akan mendapatkan sebagian besar pesanannya beberapa pekan mendatang.
Otoritas memprediksi, tenaga kesehatan membutuhkan setidaknya 40 juta masker per pekan. Sementara kapasitas produksi mereka adalah 10 juta per pekan.
Saat ini dikutip Reuters, Paris mengumumkan 56.989 kasus infeksi virus bernama resmi SARS-Cov-2 tersebut, dengan 4.032 di antaranya meninggal.
• Berlakukan Lockdown, Kambing Memasuki Kota dan Berlarian hingga Menjadi Penguasa Jalanan
Perdana Menteri Edouard Philippe mengatakan dengan masih tingginya kasus yang dilaporkan, pihaknya belum berpikiran mencabut lockdown.
Saat ini, pemerintah Perancis memerintahkan warganya untuk tetap tinggal di rumah mulai dari 17 Maret hingga setidaknya 15 April.
"Sangat mungkin kami tidak akan langsung melakukan pencabutan karantina secara cepat," kata Philippe dalam telekonferensi di hadapan parlemen.
Biksu Ciptakan Masker Wajah dari Plastik Daur Ulang
Seorang biksu Buddha menulis doa pada sebuah masker wajah berwarna oranye.
Doa itu berbunyi sebuah permohonan agar penderitaan yang ditimbulkan virus corona segera berakhir. Masker wajah itu bukan masker biasa, namun terbuat dari plastik daur ulang.
Thailand sejauh ini memiliki jumlah kasus infeksi tertinggi di Asia Tenggara. Selama akhir pekan, infeksi bisa meningkat dua kali lipat. Kini total infeksinya mencapai 721 kasus.
Perbatasan negara dan ruang-ruang publik telah ditutup. Sekelompok biksu inovatif di dekat Bangkok mendekatkan diri kepada ajaran Buddha sebagai upaya mereka mengatasi penyakit virus corona.
• Aksi Solidaritas OYO Indonesia, Siapkan Kamar Hotel bagi Tenaga Medis Covid-19
Kuil Chak Daeng terkenal dengan kampanye yang dipimpin oleh kepala biara, Abbot Pranom, yang sadar akan lingkungan untuk menghasilkan pakaian jubah dari 15 ton sampah plastik botol yang diterima setiap bulannya.
Biksu dan relawan menenun serat benang sintetis yang diekstraksi dari plastik dengan kapas ke tumpukan kain berwarna kuning (warna kuningnya dihasilkan dari saffron).
Abbot Pranom Dhammalangkaro pada bulan lalu mulai memproduksi beberapa masker wajah (dengan bahan daur ulang itu) sebagai upaya perlindungan kepada orang-orang.
Lapisan filter tambahan dijahit pada lapisan dalam yang dikatakan Abbot Pranom sebagai perlindungan dari tetesan semprotan yang potensial.
Untuk ketenangan pikiran, 'master jimat' Wat Chak Daeng menulis doa di masker-masker wajah tersebut.
Dia menyugestikan bahwa untuk mengetahui suatu masalah adalah menemukan cara untuk mengakhiri penderitaan.
• Presiden Filipina Beri Peringatan Keras, Ancam Tembak Mati Bagi Siapa pun yang Langgar Lockdown
Tapi Abbot mengakui bahwa tidak semua orang percaya akan doa. "Bagi mereka yang tidak percaya pada hal semacam ini, tidak akan ada bedanya," ujar Abbot.
Sementara itu, Abbot juga mengimbau kepada umat Buddha di Thailand agar tidak melakukan panic buying seperti yang telah terjadi di akhir pekan.
Dia meminta umat Budhha untuk tetap berhati-hati dalam melewati krisis.
Di negara tetangga Thailand, di Myanmar, tidak ada klaim kasus infeksi membuat orang-orang skeptis.
Para biksu Buddha juga telah berdoa sungguh-sungguh untuk mencoba melindungi negara mereka.
Satu kelompok Buddha bahkan menaiki balon udara untuk memercikkan 'air suci' di atas wilayah Bagan yang mana banyak terdapat kuil di sana.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jual Masker Wajah di Tengah Virus Corona, Pria Perancis Dipenjara 1 Tahun