Pasien Positif Punya KTP Tomohon: Ini Alasan Pengamat Sebut Sulut Sukses Tekan Corona
Orang positif terjangkit Coronavirus disease 2019 (Covid-19) bertambah 1 di Sulawesi Utara. Pasien berkartu tanda penduduk (KTP)
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Orang positif terjangkit Coronavirus disease 2019 (Covid-19) bertambah 1 di Sulawesi Utara. Pasien berkartu tanda penduduk (KTP) Kota Tomohon berdomisili di Kota Manado. Perempuan yang berprofesi sebagai pegawai ini punya riwayat perjalanan dari sejumlah negara di Eropa dan Makau sebelum balik ke Sulut pada pertengahan Maret 2020 (lihat grafis).
• Presiden Ingatkan Pemda Tak Ada Lockdown
Pasien Corona 03 di Sulut atau nomor 1.535 secara nasional ini dibenarkan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Sulut yang diketuai Olly Dondokambey. "Jadi benar, bahwa di Sulut angka kasus positif Covid-19 bertambah 1 dan jumlah pasien terkonfirmasi ada 3 di Sulut," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel, saat jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan Sulut, Rabu (1/4/2020) malam.
Kata Dandel, tiga pasien yang positif ini. Dua orang masih dirawat di RSUP Prof Kandou, seorang lagi dinyatakan sembuh. "Untuk 1 pasien yang baru dinyatakan positif ini ber-KTP Kota Tomohon dengan jenis kelamin perempuan berusia 39 tahun," jelas dia.
Lanjut Dandel, pasien 03 punya riwayat perjalanan dari Eropa. Dia pulang ke Sulut pertengahan bulan Maret 2020. "Saat tiba di Manado, pasien ini belum pernah ke Kota Tomohon. Satu hari di Kota Manado, dia merasa sakit dan melakukan isolasi diri di rumahnya di Manado," katanya.
Tambahnya, karena merasa sudah sakit, pasien pergi berobat. Saat diperiksa, dia memenuhi syarat pasien dalam pengawasan (PDP), sehingga dirujuk ke RS Kandou. Bersangkutan kemudian dimasukkan ke Ruang Isolasi RS Kandou. Tim medis mengambil sampel pasien untuk diperiksa. "Sampelnya diambil dan kami dapat hasil positif," ujarnya.
Dikatakannya, saat ini, kondisi pasien bernomor 1.535 itu stabil. "Sampai saat ini kondisi pasien stabil dan tidak ada penyakit penyerta," jelasnya.
Pemerintah Kota Tomohon langsung menanggapi. Wali Kota Jimmy Eman melalui Sekretaris Kota Tomohon (Sekkot) Harold Lolowang mengakui yang bersangkutan memang ber-KTP Tomohon. Namun belum sempat datang ke Tomohon. "Memang tidak sempat ke Tomohon. KTP-nya Tomohon," kata Lolowang saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, tadi malam.
Menurut Lolowang, memang ada informasi yang bersangkutan pernah menetap di Sumatera Utara dan dapat kesempatan dari institusi tempanya bekerja untuk ke luar negeri. Dia pergi ke Norwegia, Swedia, Belanda dan beberapa negara Eropa.
• Melihat Aktivitas Pahlawan Covid-19: Lewatkan Momen Romantis demi Pasien
Kemudian balik ke Indonesia lewat Makau terus ke Manado. "Kabarnya memang ada lakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa. Lalu balik ke Indonesia dan sempat singgah di Makau," kata Sekkot.
Namun terkait tempat tinggal pasien di Tomohon, Lolowang belum bisa memastikan di mana lokasi persisnya. "Masih ditelusuri. Sementara no comment karena mau konfirmasi dulu supaya dapat informasi yang akurat," ujarnya.
Kapolda Sulut Irjen Royke Lumowa mengimbau kepada masyarakat untuk tertib melakukan physical distancing. "Dari Polda Sulut beserta polres sejajaran Polda Sulut mengimbau kepada seluruh masyarakat yang khususnya di Kota Manado maupun kabupaten kota di wilayah Sulut," kata Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada Tribun Manado, Rabu (1/4/2020).
Polda Sulut mengajak masyarakat disiplin dan tertib menjalankan dan melakukan physical distancing, menjaga jarak aman (minimal 2 meter). "Ini tentu kita harus lakukan secara disiplin, secara disiplin dan tertib," jelasnya.
Sehingga, masyarakat diharapkan tidak berkerumun dan menghindari kerumunan massa. "Kita menyarankan warga untuk menjauhi tempat keramaian seperti yang sudah kita ketahui juga Bapak Kapolri mengeluarkan maklumat yang mengimbau kepada masyarakat," tegas dia.
Lanjutnya, warga tetap berada di rumah, menjauhi kerumunan massa, dan tidak melakukan kegiatan kerumunan masa dalam bentuk olah raga, kesenian maupun kegiatan lain. "Ini yang harus kita cegah dan hindari jadi dalam hal ini tentunya kita mengimbau seluruh warga masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah," ucap Abast.
Ia mengingatkan kepada warga yang bekerja agar kembali kepada instruksi presiden, bekerja dari rumah atau work from home. "Ini lebih bagus untuk memutus mata rantai atau mencegah penyebaran virus Corona supaya tidak lebih luas lagi," tuturnya.
• ‘Bantuan Covid’ Bidik 250 Ribu Penduduk: Sopir Mikrolet dan Ojek Dapat Beras
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jubir-satgas-satgas-covid-19-sulut-123.jpg)