Melihat Aktivitas Pahlawan Covid-19: Lewatkan Momen Romantis demi Pasien

Eksistensi manusia terancam oleh pandemi Coronavirus 2019 (Covid-19). Ratusan bahkan ribuan orang mati tiap hari.

ANDREAS SOLARO / AFP
Ilustrasi para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Eksistensi manusia terancam oleh pandemi Coronavirus 2019 (Covid-19). Ratusan bahkan ribuan orang mati tiap hari. Setiap jam, ada ribuan orang yang terjangkit virus. Krisis kesehatan yang belum pernah terjadi dalam sejarah manusia. Pemimpin dunia kebingungan. Ada yang sakit, bahkan bunuh diri.

‘Bantuan Covid’ Bidik 250 Ribu Penduduk: Sopir Mikrolet dan Ojek Dapat Beras

Namun harapan masih ada. Pada para pahlawan berjubah putih. Mereka adalah para dokter dan perawat. Layaknya superhero, perjuangan mereka besar, tapi sunyi. Berhasil tak dipuji. Gagal dicaci maki. Banyak hal yang mereka korbankan. Karena kekuatan yang besar menuntut tanggung
jawab yang besar.

Seorang dokter di satu kabupaten yang enggan disebut namanya karena alasan privasi mengaku melewatkan banyak momen penting bersama orang yang ia cintai saat perangi Corona. Hari ulang tahun pacarnya dilewati bersama pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP). "Momen bersama kekasih harus saya lewatkan demi pasien," kata dia.

Ia coba meraih momen romantis lewat video call (VC). Tapi untuk VC pun, rasanya waktu tak tersedia. "Pasien banyak sekali," kata dia. Beber dokter pria berbadan tegap ini, puskesmas kelabakan menangani pasien.

Hampir tiap hari ada warga luar daerah masuk. "Kalau mau ditotal, jumlahnya puluhan. Semuanya harus diperiksa kesehatannya, bukan hanya sekali, tapi selama 14 hari," kata dia. Sebut dia, aparat desa dilibatkan karena pihaknya kesulitan memantau warga dengan status
notifikasi pelaku perjalanan. Ia menyadari misinya tersebut bisa disebut misi bunuh diri.

Tanpa alat pelindung diri (APD) memadai, mereka dapat saja tertular dari pasien yang diperiksa. "Yang kami pakai hanya masker surgical biasa dan sarung tangan serta penutup kepala. Itu pun alakadarnya. Itu di luar standar penanganan Covid," katanya.

Sehari Dibayar Rp 200 Juta, Luna Maya Emosi Pernah Ditawari Temani Pengusaha Plesiran ke Luar Negeri

Yang paling menyedihkan adalah gaji. Di tengah pertarungan hidup dan mati tersebut, gajinya belum dibayar. "Dari Januari belum, insentif apalagi," katanya. Meski APD kurang dan gaji belum dibayar, ia tetap bekerja keras demi kemanusiaan. Batinnya berkecamuk, rasa kasihan timbul begitu melihat pasien, apalagi yang kurang mampu. Meski dompet sang dokter kosong. 

Eksperimen Bikin Hand Sanitizer

Pandemi Covid-19 telah memakan ribuan jiwa di seluruh dunia. Pola hidup bersih seperti mencuci tangan, satu di antara perilaku yang bisa mencegah penyebaran virus. Permintaan pembersih tangan atau hand sanitizer menjadi meningkat.

Sejumlah mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Manado menciptakan hand sanitizer berbahan dasar Cap Tikus. Olivia Indra Reisa Moray bersama teman-temannya ikut membuat cairan pencuci tangan ini.

Gadis kelahiran Lindangan Tompaso Baru 21 Mei 1998 ini mengaku terlibat dalam eksperimen itu. "Kami juga melakukan penelitian ini sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan studi yang sudah memasuki semester delapan ini," katanya, Rabu (1/4/2020).

Ia mengaku, kesulitan dalam membuat hand sanitizer ini, yaitu saat harus menyuling kembali Cap Tikus yang memiliki kadar alkohol rendah menjadi cairan dengan kadar alkohol yang sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebagai hand sanitizer.

Lawan Virus Corona, Besok Pemdes Tabilaa Semprot Disinfektan ke Semua Rumah Warga

"Harapan kami hasil dari eksperimen ini bisa berguna ke masyarakat, ke depan juga kami ingin berbagai tips pembuatan hand sanitizer sehingga banyak orang bisa ikut memperoleh produk ini tanpa harus sulit mencari," katanya. (art/eas)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved