Sulut Maju

Olly Siapkan Rp 652 M Perangi Covid: Perintahkan Geser Dana Pilkada

Istimewa
Gubenur Olly Video Konferensi bersama Gubernur se-Sulawesi 

 
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Utara, Olly Dondokambey terus menabuh genderang perang terhadap Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Gubernur Sulut ini telah menyiapkan anggaran Rp 375 miliar, dana Pilkada Gubernur 2020 untuk digeser bagi keperluan menghadapi pandemi Covid. Bahkan, Olly meminta kepala daerah di kabupaten kota penyelenggara pilkada, mengalokasikan dana pesta demokrasi itu untuk memerangi virus.

6 Jenis Makanan yang Aman Dikonsumsi Penderita Maag, dari Brokoli Hingga Kacang-kacangan

Pemerintah Provinsi Sulut mengganggarkan dana hibah Pilgub 2020 Rp 375 miliar. Dana ini dibagi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawalsu) dan aparat keamanan. KPU kebagian Rp 220 miliar, Bawaslu Rp 110 miliar sisanya untuk keperluan pengamaman (lihat grafis).

Gubernur Olly mengatakan, jika pilkada ditunda, dana yang sudah dianggarkan di APBD bisa digeser untuk penanganan Covid. "Dana yang ada akan dipakai buat kepentingan masyarakat, tenang saja. Geser semua kalau diperlukan," kata Gubernur.

Olly juga menyebutkan pasien positif Covid 19 tetap 2 orang. Tidak ada penambahan pasien positif di Sulut. "Tidak bertambah cuma 2 (positif)," kata dia di Kantor Gubernur Sulut, kemarin. Ia meminta masyarakat jangan khawatir, pemerintah terus mengambil langkah terbaik untuk menangani Covid 19. "Kita terus berdoa kepada Tuhan agar wabah Covid ini segera berakhir," kata dia.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, juga membenarkan, jumlah pasien positif tidak bertambah, tetap 2 orang.
"ODP (orang dalam pemantauan) sekarang posisinya ada di 361, kemudian yang PDP (pasien dalam pengawasan) bertambah 1, sehingga menjadi 18. Naik 1 dari yang kemarin 17, sekarang jadi 18," kata dia ke awak media, Selasa malam.

Lanjutnya, ada tambahan satu kasus dirawat di RSUP Prof Kandou, namun masih masuk PDP, belum ada hasil yang menyatakan positif. "Seluruh pemeriksaan rapid test yang kami lakukan sepanjang 2 hari ini, belum menemukan ada yang reaktif atau yang biasa disebut positif," jelasnya.

TNI-Polri Semprotkan 104 Ribu Liter Disinfektan

Tak hanya Pemprov Sulut, kabupaten dan kota seakan berlomba memerangi Covid. RSUD Kabupaten Bolmomg Selatan terus melengkapi fasilitas melawan virus ini. Setelah melengkapi alat penunjang laboratorium, kini RSUD Bolsel menerima 80 rapid test dari Pemprov Sulut. Demikian dibeberkan Direktur RSUD dr Sry Pakaya melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Muhammad Amin.

Amin mengatakan, pihaknya sudah mengoleksi 4 dus rapid test. "Satu dusnya berisi 20. Jadi totalnya ada 80 Rapid Test di RSUD Bolsel," ujarnya. Amin mengatakan, jika dalam waktu dekat ini, RS akan menambah jumlah rapid test. "Kita akan tambah 2 dus lagi agar stoknya tidak mudah habis," ucap dia.

Alat ini mempermudah RSUD Bolsel memeriksa ODP dan PDP. "Akurasinya mencapai 99 persen. Kemarin salah satu tenaga medis kami sudah mengikuti sosialisasi terkait penggunaan rapid test," bebernya.

Rapid test adalah metode scrining awal untuk mendeteksi antibodi, IgM dan IgG, yang diproduksi tubuh untuk melawan Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus. Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki Corona.

Namun, perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan scrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi Corona.

Di Kota Tomohon, ODP mengalami penurunan. Sesuai data Senin (30/3/2020) pukul 22.00 Wita, ODP tinggal 25 dari sebelumnya 45. Sedangkan untuk PDP terjadi peningkatan dari 2 menjadi 3.

Wali Kota Tomohon, Jimmy Eman mengatakan, ke depan, nanti warga yang berstatus ODP bakal mendapat pengawasan ketat. "Akan ada pengawasan khusus bagi ODP. Sehingga kami akan koordinasikan dengan lurah ataupun pemerintah kecamatan," kata Eman dalam konferensi pers di Mall Pelayanan Publik, Selasa kemarin.

Sementara fasilitas pendukung RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano masih terbatas. Namun, RS rujukan penanganan Covid-19 ini sudah siap untuk menangani pasien. Hal itu diakui Direktur Utama RSUD dr Maryani Suronoto.

Penundaan Pilkada Tak Mengubah Haluan

“Rumah sakit kami saat ini sedang berbenah. Untuk saat ini kami mempunyai dua ruang isolasi. Satu sudah digunakan pasien PDP dari Kabupaten Minahasa Tenggara. Sampai saat ini masih kita rawat,” tuturnya.

Ia mengatakan, RS ada satu ventilator khusus pasien Covid-19. Kemudian ada juga bedside monitor, oksigen, section. "Tapi alat-alat yang lain kami memang masih menunggu yang telah kami pesan ke distributor tapi sampai saat ini belum datang. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada,” katanya.

RSUD Datoe Binangkang menyediakan ruangan isolasi. Direktur RSUD Datoe Binangkang, dr Debby C Dewi Kulo mengatakan, pihak sudah ditetapkan sebagai RS rujukan penunjang.

“Sekalipun tidak ditetapkan sebagai RS penunjang kami memang sudah siap. Ruang isolasi sudah ada, alat pelindung diri (APD) sudah ada sekalipun memang untuk APD ini di semua RS kekurangan. Tapi pada dasarnya kami siap,” kata Debby.

Dikatakannya, saat ini RS memiliki satu ruangan isolasi untuk pasien Codiv-19 dengan fasilitas 20 bed (tempat tidur) dan fasilitas penunjang lainnya. “Untuk IGD ada 12 bed dan fasilitas penunjang lainnya, ” jelasnya.

Kematian di Italia Tertinggi di Dunia: Takhta Suci Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap menyatakan kekurangan APD untuk penanganan Covid-19. "Jujur saja, untuk stok APD di Kabupaten Mitra sangat kurang. Apalagi saat ini, sementara gencar-gencarnya melakukan pencegahan terkait Covid-19," tutur JS.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah menentukan RSUD Bolmut sebagai tempat rujukan khusus pasien Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Jusnan Mokoginta melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Wabah Febyanto Lumoto mengatakan, RS Bolmut sesuai SK Gubernur telah menjadi rujukan bagi pasien Covid-19.

"Sejauh ini tercatat sudah 502 orang yang dilakukan scrining dan ada 50 orang masuk status ODP, untuk PDP masih belum ada," ungkap Lumoto yang juga Juru Bicara Satgas Covid Bolmut. 

Pemkab Bolmut berlakukan buka tutup di perbatasan
Pemkab Bolmut berlakukan buka tutup di perbatasan (Tribun Manado / Mejer Lumantow)

Koordinasikan Lintas Laut dan Udara

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membatasi arus masuk keluar kendaraan di perbatasan dengan Provinsi Gorontalo. Kendaraan hanya bisa melintasi perbatasan di Bolaang Mongondow Utara-Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan-Gorontalo pada pukul 06.00 Wita hingga 18.00.

Pengendara maupun penumpang harus melalui pemeriksaan kesehatan. Jika ada gejala seperti penyakit Covid-19 langsung dipulangkan ke daerah asalnya. Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan Sulut tidak memberlakukan lockdown.

Kata dia, kesepakatan diambil bersama Gubernur se-Sulawesi hanya pembatasan waktu arus masuk keluar angkutan darat di Pulau Sulawesi. Di luar jam (06.00-18.00) tak ada arus masuk keluar kendaraan kecuali kendaraan yang mengangkut logistik. "Jadi tidak ditutup sepenuhnya, arus logistik tetap dibuka," ujarnya.

Di perbatasan Sulut dengan Gorontalo disiapkan pos pemeriksaan. Ada petugas kesehatan dan keamanan. "Petugas ini lakukan pemeriksaan. Ada yang dari luar daerah diperiksa, kalau ditemukan gejala misalnya dari Gorontalo mau masuk ke Sulut diminta kembali, tak bisa melintas. Begitu juga sebaliknya dari Sulut masuk Gorontalo ada pemeriksaan ditemukan gejala harus balik ke Sulut," kata dia.

Sejauh ini, kata dia, baru angkutan darat yang dilakukam pembatasan masuk keluar Sulut. Untuk angkutan udara dan laut belum dilakukan. "Laut dan udara kita masih koordinasi dengan pusat," kata Gubernur.

Selain itu, kata dia, semua pasar di Sulut masih dibuka. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan harian warga. Rencananya pemerintah menyiapkan bilik disinfektan di pasar. Warga yang datang bisa memanfaatkan bilik tersebut. Gubernur pun menganjurkan mal atau tempat perbelanjaan juga menyiapkan bilik disinfektan. 

Dokter Adi Tucunan, Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat
Dokter Adi Tucunan, Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat (IST)

Jaga Kebugaran Tubuh

Dokter Adi Tucuan, Pengamat Kesehatan dari FKM Unsrat menilai, untuk memenangkan perang terhadap virus Corona, semua pihak harus mematuhi aturan. Mematuhi aturan yang dibuat secara global dengan melakukan upaya pencegahan.
Seperti social atau physical distancing dan juga kebersihan perorangan yang harus diperhatikan. Ini semua terkait pada budaya patuh dari masyarakat kita.

Selama masyarakat kita belum bisa mematuhi aturan utama yang ditetapkan, maka kasus ini akan terus bertambah. Tidak bisa berharap banyak dari medis, karena mereka di garda terakhir tetapi justru garda terdepan adalah masyarakat itu sendiri.

Yang harus tetap fokus untuk tinggal di rumah kecuali untuk hal penting mencari kebutuhan sehari-hari

Sederhananya, dituntut kepatuhan masyarakat untuk menarik diri dari kehidupan sosial dulu. Pemerintah harus memperketat pengawasan setiap aturan yang dianjurkannya, dengan jalan lebih tegas terhadap masalah sosial di masyarakat kita.

Jangan lupa masyarakat tetap menjaga kebugaran tubuhnya agar sistem imun lebih kuat. Dengan cara makan makanan seimbang, beraktivitas dengan berolahraga di tempat yang jauh dari keramaian dan konsumsi vitamin untuk menambah daya tahan tubuh. (ryo/hem/nie/eas/art/ano/mjr/ang)