Jokowi Kirim Sembako untuk WNI di Malaysia

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan semua kunjungan dan transit warga negara asing (WNA) ke Indoensia.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool via TribunnewsBogor
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan semua kunjungan dan transit warga negara asing (WNA) ke Indoensia. Hal itu sebagai bagian dari antisipasi penyebaran virus Covid-19 dari luar negeri (imported case).

TNI-Polri Semprotkan 104 Ribu Liter Disinfektan

"Presiden sudah memutuskan bahwa kebijakan yang ada selama ini perlu diperkuat. Jadi saya ulangi kebijakan yang sudah ada perlu diperkuat. Telah diputuskan bahwa semua kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui konferensi pers jarak jauh, Selasa(31/3).

Larangan masuk Indonesia tersebut terkecuali bagi para pemegang Kitas, Kitap, pemegang izin tinggal diplomatik, pemegang izin tinggal dinas, dan lain-lain."Dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan yang berlaku," katanya.

Kebijakan baru tersebut menurut Retno akan dituangkan dalam Permenkumham yang baru.Menlu juga memantau ribuan WNI yang mengikuti jamaah tabligh akbar. Data Sementara yang berhasil dikumpulkan ada 1.456 WNI dimana 731 diantaranya berada di India.

“Jika jamaah tabligh itu pulang, sudah diberlakukan dan akan terus diberlakukan suatu protokol kesehatan, setibanya mereka di pintu masuk Indonesia. Antara lain pemeriksaan kesehatan di pintu ketibaan,” ujar Retno Marsudi.

Penundaan Pilkada Tak Mengubah Haluan

Mereka yang baru tiba lanjut Menlu juga wajib mengisi health alert card yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan RI. “Bagi yang menunjukkan gejala akan ditangani lebih lanjut. Kemudian akan dilakukan karantina secara terpisah dan ditangani lebih lanjut,” jelas Retno.

Namun, bagi yang tidak menunjukkan gejala, Retno mengimbau agar para WNI tersebut mengunduh aplikasi bernama ‘Peduli Lindungi’ yang sudah dirilis dari Kementerian Informasi dan Komunikasi. “Itu dapat digunakan untuk memantau pergerakan kita,” ucapnya.

Dilarang Pulang

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berharap, WNI yang berada di luar negeri dengan keperluan bekerja tidak pulang sementara ke Indonesia. Menurut Muhadjir, permintaan itu sebagai upaya mengurangi penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air. Terlebih, pemerintah belum memiliki rencana memulangkan para WNI di luar negeri.

"Jadi kita tidak ada punya program untuk memulangkan mereka, bahkan kita harapkan mereka nggak usah pulang. Jadi kalau tidak perlu pulang, kalau di sana masih nyaman dan tidak ada mudarat, sebaiknya tetap tinggal di sana," kata Muhadjir.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved