Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tingkat Kesembuhan Capai 20 Persen: Beberapa Negara Ini Mampu Atasi Corona

Lebih dari 151 ribu orang di seluruh dunia dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19). Tingkat kesembuhan global

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
the star via Tribunnews.com
Ilustrasi petugas medis membentangkan bendera China - Untuk Pertama Kalinya, Tidak Ada Kasus Virus Corona Baru yang Dilaporkan di Wuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Lebih dari 151 ribu orang di seluruh dunia dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19). Tingkat kesembuhan global hingga Senin (30/3) mencapai 20 persen dari total 722.088 infeksi virus corona di seluruh dunia.

Sulawesi Lockdown Terbatas Lawan Corona: Para Gubernur Batasi Angkutan Darat

Berdasarkan data yang dihimpun situs Worldometers, jumlah pasien yang dinyatakan meninggal karena virus corona di seluruh dunia mencapai 33.976 orang atau 4,69 persen.

Pandemi virus corona terlihat mulai dapat dikendalikan di negara-negara yang terdampak lebih awal. Setidaknya ada tiga negara dengan tingkat kesembuhan tinggi, yakni China, Korea Selatan, dan Iran. Kebijakan lockdown dan menjaga jarak sosial (social distancing) disinyalir dapat membantu pemerintah menekan wabah tersebut.

Ditambah lagi dengan pengetesan agresif dan penanganan medis yang baik dapat membantu pemerintah mencapai kemenangan melawan virus corona.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kapasitas pengetesan yang luas dan menjaga jarak sosial merupakan langkah terbaik untuk melawan pandemi corona hingga vaksin ditemukan.

"Langkah-langkah agresif untuk menemukan, mengisolasi, menguji, merawat, dan melacak tidak hanya cara terbaik dan tercepat. Mereka juga cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus," kata Ghebreyesus, seperti dikutip dari Business Insider Singapore, Senin (30/3). 

Angka kesembuhan yang tinggi di beberapa negara dapat memberikan harapan bagi negara-negara terdampak, dengan terus mangambil langkah-langkah untuk menekan penyebaran virus.

China

Sebagai negara yang pertama kali terdampak, di mana mayoritas kasus global dan kematian paling banyak berasal dari negara tersebut, Pemerintah China segera menerapkan kebijakan karantina ketat, termasuk memberlakukan penutupan akses (lockdown) di provinsi terdampak Hubei pada Januari lalu.

Pemerintah China juga memberlakukan larangan perjalanan dan menggalakkan kampanye menjaga jarak sosial (social distancing).

Melansir Business Insider Singapore, angka kesembuhan virus corona di China mulai melampaui jumlah kasus aktif sejak 6 Maret lalu. Pemerintah kemudian mengklaim bahwa China telah berhasil mengatasi pandemi.

Pemerintah-DPR Tunda Pilkada: Begini Peta Kekuatan Parpol

Jumlah kasus corona di luar China saat ini justru lebih tinggi. Orang terinfeksi di Amerika Serikat dan Italia telah melampaui China dengan masing-masing 142.178 dan 97.689 pasien. Italia bahkan juga memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan China. Jumlah orang yang meninggal karena virus corona di Italia mencapai 10.779 jiwa. Spanyol menempati urutan kedua dengan 6.803 orang meninggal dunia.

Kini China justru memiliki angka kesembuhan paling tinggi di seluruh dunia yakni 75.700 kasus, 93 persen dari total 81.470 kasus corona yang ada di sana. Pemerintah China tampaknya sudah dapat mengendalikan jumlah infeksi dari dalam China.

Penemuan kasus baru yang dilaporkan China sebagian besar terdeteksi dibawa oleh orang-orang dari luar negeri, terutama wilayah terdampak seperti AS dan Eropa. Pemerintah pun mewajibkan seluruh pendatang dari luar negeri untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Sementara itu, menyusul jumlah infeksi domestik yang cenderung menurun, China mulai melonggarkan kebijakan-kebijakannya terkait virus corona.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved