Tingkat Kesembuhan Capai 20 Persen: Beberapa Negara Ini Mampu Atasi Corona

Lebih dari 151 ribu orang di seluruh dunia dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19). Tingkat kesembuhan global

the star via Tribunnews.com
Ilustrasi petugas medis membentangkan bendera China - Untuk Pertama Kalinya, Tidak Ada Kasus Virus Corona Baru yang Dilaporkan di Wuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Lebih dari 151 ribu orang di seluruh dunia dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19). Tingkat kesembuhan global hingga Senin (30/3) mencapai 20 persen dari total 722.088 infeksi virus corona di seluruh dunia.

Sulawesi Lockdown Terbatas Lawan Corona: Para Gubernur Batasi Angkutan Darat

Berdasarkan data yang dihimpun situs Worldometers, jumlah pasien yang dinyatakan meninggal karena virus corona di seluruh dunia mencapai 33.976 orang atau 4,69 persen.

Pandemi virus corona terlihat mulai dapat dikendalikan di negara-negara yang terdampak lebih awal. Setidaknya ada tiga negara dengan tingkat kesembuhan tinggi, yakni China, Korea Selatan, dan Iran. Kebijakan lockdown dan menjaga jarak sosial (social distancing) disinyalir dapat membantu pemerintah menekan wabah tersebut.

Ditambah lagi dengan pengetesan agresif dan penanganan medis yang baik dapat membantu pemerintah mencapai kemenangan melawan virus corona.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kapasitas pengetesan yang luas dan menjaga jarak sosial merupakan langkah terbaik untuk melawan pandemi corona hingga vaksin ditemukan.

"Langkah-langkah agresif untuk menemukan, mengisolasi, menguji, merawat, dan melacak tidak hanya cara terbaik dan tercepat. Mereka juga cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus," kata Ghebreyesus, seperti dikutip dari Business Insider Singapore, Senin (30/3). 

Angka kesembuhan yang tinggi di beberapa negara dapat memberikan harapan bagi negara-negara terdampak, dengan terus mangambil langkah-langkah untuk menekan penyebaran virus.

China

Sebagai negara yang pertama kali terdampak, di mana mayoritas kasus global dan kematian paling banyak berasal dari negara tersebut, Pemerintah China segera menerapkan kebijakan karantina ketat, termasuk memberlakukan penutupan akses (lockdown) di provinsi terdampak Hubei pada Januari lalu.

Pemerintah China juga memberlakukan larangan perjalanan dan menggalakkan kampanye menjaga jarak sosial (social distancing).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved