Update Virus Corona Dunia
Warga di Irak Tolak Kubur Jenazah Korban Covid-19
Saad Malik sudah lebih dari seminggu tak menguburkan jenazah ayahnya. Pasalnya seluruh pemakaman menolak karena ayahnya adalah pasien Covid-19.
"Berikan aku mayatnya dan aku akan menguburnya di rumahku sendiri," kata pria yang sedang berkabung itu.
"Ini adalah situasi dengan 40 kematian. Apa yang terjadi jika semakin memburuk? Di mana kita akan meletakkan mayat?" tanya petugas medis.
Banyak warga Irak sudah mempersiapkan diri menghadapi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan, tapi rumah sakit belum siap menangani kasus dalam jumlah besar.
Fasilitas kesehatan rusak akibat konflik berkepanjangan, dan hanya menerima sedikit investasi dalam beberapa tahun terakhir, membuat rumah sakit kekurangan obat dan peralatan.
Dokter juga diancam, diculik, bahkan dibunuh dalam beberapa tahun terakhir, karena tebusan atau di bawah tekanan kerabat pasien.
Menurut data dari WHO, hanya ada 14 tidur di rumah sakit untuk setiap 10.000 orang di Irak.
Sebagai perbandingan, Perancis memiliki 60 tempat tidur untuk setiap 10.000 orang. Itu pun mereka masih kewalahan mengatasi wabah.
• Sejarah dan Arti Nama Virus Corona yang Menginfeksi Manusia Pada Tahun 1960
• Menhan Prabowo dan Menkes Terawan Berbeda Pendapat soal Pakai Masker, Simak Videonya!
• Pengunjung Pasar Tondano Diawasi, Yang Bergejala COVID-19 Tidak Diperkenankan Masuk
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Takut Tertular Virus Corona, Warga Irak Tolak Kubur Jenazah Korban Covid-19".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kondisi-di-sebuah-rumah-sakit-italia-saat-wabah-virus-corona.jpg)