Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Warga di Irak Tolak Kubur Jenazah Korban Covid-19

Saad Malik sudah lebih dari seminggu tak menguburkan jenazah ayahnya. Pasalnya seluruh pemakaman menolak karena ayahnya adalah pasien Covid-19.

Editor: Rizali Posumah
ANDREAS SOLARO / AFP
Ilustrasi - Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BAGHDAD - Terjadi penolakan untuk menguburkan jenazah korban Covid-19 di Irak.

Pasalnya warga khawatir tertular virus corona dari jasad korban.

Saad Malik contohnya, yang kehilangan ayahnya tapi sudah lebih dari seminggu tidak bisa mengubur jenazahnya.

Kantor berita AFP mengabarkan, seluruh pemakaman di Irak menolak menguburkan ayah Malik yang meninggal karena virus corona.

"Kami tidak bisa mengadakan pemakaman dan belum bisa mengubur jenazahnya, meskipun sudah lebih dari seminggu sejak dia meninggal," kata Malik kepada jurnalis AFP, disertai nada suara getir.

Sekumpulan pria bersenjata yang mengaku sebagai pemimpin suku mengancam Malik, keluarganya, dan teman-temannya.

Orang-orang itu mengatakan bahwa mereka akan membakar mobilnya jika mencoba mengubur jenazah di daerah mereka.

"Bisakah Anda bayangkan di negara sebesar Irak ini, tidak ada beberapa meter persegi pun untuk mengubur sedikit mayat?" ucap Malik.

Sepupu Malik, Salem al-Shummary, sudah coba membantu menguburkan jenazah ayah Malik, tapi upayanya juga sia-sia.

"Kami tidak terganggu oleh kematian lagi. Kami hanya punya satu keinginan: bisa menguburkan orang mati," katanya pada AFP.

Dalam Islam seseorang harus segera dikubur setelah meninggal, biasanya dalam 24 jam. Kremasi dilarang keras.

Hingga Senin (30/3/2020) Irak telah mengonfirmasi lebih dari 500 kasus virus corona dan 42 kematian akibat penyakit pernapasan itu.

Akan tetapi jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih banyak, karena baru sedikit dari 40 juta warga Irak yang sudah dites.

Pihak berwenang telah mengumumkan lockdown di seluruh negeri sampai 11 April, dan mendesak warga untuk tinggal di rumah serta menjaga kebersihan.

Ada lahan, tapi tidak menerima pemakaman

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved