Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Warga di Irak Tolak Kubur Jenazah Korban Covid-19

Saad Malik sudah lebih dari seminggu tak menguburkan jenazah ayahnya. Pasalnya seluruh pemakaman menolak karena ayahnya adalah pasien Covid-19.

Editor: Rizali Posumah
ANDREAS SOLARO / AFP
Ilustrasi - Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis. 

Di beberapa daerah, peraturannya bahkan lebih ketat.

Di timur laut ibu kota Baghdad contohnya, tokoh-tokoh suku mencegah tim pejabat Kementerian Kesehatan mengubur 4 mayat di sebuah pemakaman.

Padahal, lahan pemakaman itu sudah disediakan khusus untuk para korban Covid-19.

Ketika perwakilan kementerian mencoba membawa mayat-mayat itu ke tanah pemakaman lain di sebelah tenggara Baghdad, puluhan warga kota melancarkan protes.

Niat untuk memakamkan akhirnya diurungkan, dan para jenazah dikembalikan ke kamar mayat.

Seorang warga Irak yang tinggal di dekat Baghdad mengatakan pada jurnalis AFP, "Kami memutuskan untuk memblokir penguburan di daerah kami."

"Kami khawatir atas (kesehatan) anak-anak dan keluarga kami," kata warga tersebut.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus corona ditularkan melalui tetesan air dari bersin atau batuk, dan kontak dengan pasien.

Tidak ada bukti ilmiah virus corona dapat menular dari mayat, menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan Irak, Seif al-Badr.

Dia mengatakan pemerintah mengambil semua tindakan pencegahan yang bisa dilakukan ketika mengubur jenazah korban corona.

Di antaranya membungkus dalam tas, melakukan disinfeksi, dan menempatkannya di peti mati khusus.

Ayatollah Ali Sistani ulama Syiah terkemuka di Irak, mengatakan korban yang meninggal karena Covid-19 harus dibungkus tiga lapis kain kafan, dan menekankan pihak berwenang akan memfasilitasi pemakaman.

Namun penolakan terhadap pemakaman terus berlanjut, termasuk di dua kota Karbala dan Najaf, di mana terdapat salah satu kuburan terluas di dunia.

Seorang petugas medis Irak di Najaf mengatakan pada jurnalis AFP bahwa Kementerian Kesehatan telah berunding dengan pihak berwenang Najaf agar diizinkan menguburkan korban corona, tetapi tidak berhasil.

Petugas medis yang enggan disebut namanya itu mengatakan dia melihat langsung seorang duda meminta pihak berwenang melepaskan jenazah istrinya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved