Update Virus Corona Dunia
Korban meninggal Dunia Akibat Virus Corona Terus bertambah, Spanyol Akan Perketat Lockdown
Langkah ini baru diambil setelah pemerintah melaporkan 832 kasus kematian baru akibat virus corona hanya dalam semalam.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez umumkan langkahlangkah penguncian atau lockdown yang akan lebih ketat.
Kebijakan lockdown ini nantinya akan memaksa semua pekerja untuk tinggal di dalam rumah selama dua minggu ke depan.
Langkah ini baru diambil setelah pemerintah melaporkan 832 kasus kematian baru akibat virus corona hanya dalam semalam.
Langkah terbaru untuk memerangi virus corona di Spanyol, negara yang terkena dampak terburuk kedua di Eropa setelah Italia, akan disetujui pada pertemuan kabinet, Minggu (29/3/2020), dan akan berlangsung dari 30 Maret 2020 hingga 9 April 2020.
"Keputusan ini memungkinkan kami untuk mengurangi jumlah orang yang terinfeksi ke tingkat yang jauh lebih besar," kata Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dikutip Reuters.
Selama beberapa hari ke depan Spanyol akan membuat upaya kolektif yang kuat.
Sanchez menambahkan langkah-langkah baru akan memiliki efek memperpanjang liburan Paskah.
Pekerja akan menerima gaji seperti biasa tetapi harus mengganti waktu yang hilang di kemudian hari.
Sanchez juga menggunakan pidato itu untuk mendesak Uni Eropa agar bertindak dan menyerukan strategi ekonomi dan sosial bersatu.
Dia mendesak Uni Eropa menerbitkan obligasi.
"Kita harus saling berutang, menerbitkan obligasi rekonstruksi untuk berurusan dengan virus corona".
"Kami tidak mengerti mengapa zona euro, yang berbagi mata uang, tidak berbagi kebijakan fiskal," katanya.
Ketika Spanyol bersiap memasuki minggu ketiga lockdown, rumah sakit berjuang di bawah tekanan dan kasus infeksi corona meningkat menjadi 72.248 kasus dari 64.059 kasus pada sehari sebelumnya.
Sebuah bangunan publik yang tidak digunakan adalah yang terakhir diubah menjadi kamar mayat darurat, media Spanyol melaporkan.
Kepala Darurat Kesehatan Spanyol Fernando Simon mengatakan, epidemi tampaknya mencapai puncaknya di beberapa daerah, tetapi negara itu kekurangan tempat tidur unit perawatan intensif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tutup-perbatasan-eropa.jpg)