Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lockdown di Hubei Dicabut, Warga Hirup Udara Bebas, Transportasi Publik Terjadi Antrean Panjang

Penarikan aturan lockdown membuat banyak warga berpikir untuk segera meninggalkan Hubei dengan pergi ke daerah lain di China

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
Tribun News
Tim Medis di Wuhan Pulang, Warga Ucapkan Terima Kasih. 

Di sebuah taman hiburan di dekat restoran itu, penduduk setempat berjalan kaki dengan masker dan lampu neon, sedangkan beberapa orang masuk ke mobil-mobil.

Bahkan, aturan social distancing juga masih diberlakukan, terutama saat antrean panjang dan anak-anak yang bermain air mancur di taman.

Penduduk asli Hubei juga mengambil kesempatan untuk pulang (mudik) ke tempat lain di China.

Guo Wei, seorang guru yang bekerja di Beijing, mengatakan bahwa dia telah membeli tiket pertama menuju kampung halamannya pada Rabu pagi.

"Tadinya sangat sulit sekali," ujarnya saat menceritakan masa lockdown dua bulan di Hubei.

Kini orang-orang diizinkan untuk bepergian ke dalam dan keluar Hubei selama mereka memiliki kartu "hijau" yang dikeluarkan pihak otoritas kesehatan.

Kartu itu menunjukkan seseorang dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi virus corona alias Covid-19.

Perintah lockdown terhadap Hubei dilakukan Pemerintah Beijing untuk menghentikan penularan lebih ke provinsi lain.

Namun, kini angka infeksinya sudah banyak berkurang.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Hubei diperbolehkan untuk keluar dan bekerja. Namun, sekolah masih ditutup.

Di sebuah pos pemeriksaan di luar kota Xiaogan, Hubei, seorang guru mengatakan kepada Xinhua bahwa dia akan kembali ke sekolah di Provinsi Guangdong Selatan.

Dia juga mengaku sangat senang bisa kembali bekerja.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lockdown Dicabut, Warga Hubei Hirup Udara Bebas"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved