Breaking News
Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lockdown di Hubei Dicabut, Warga Hirup Udara Bebas, Transportasi Publik Terjadi Antrean Panjang

Penarikan aturan lockdown membuat banyak warga berpikir untuk segera meninggalkan Hubei dengan pergi ke daerah lain di China

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
Tribun News
Tim Medis di Wuhan Pulang, Warga Ucapkan Terima Kasih. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Otoritas Hubei mencabut aturan lockdown di provinsi yang tadinya dikenal sebagai pusat wabah virus corona itu, sejak Rabu (25/3/2020).

Warga Hubei berbondong-bondong keluar dari rumah mereka menuju transportasi publik.

Mereka telah "dikurung" di dalam rumah selama dua bulan.

Penarikan aturan lockdown membuat banyak warga berpikir untuk segera meninggalkan Hubei dengan pergi ke daerah lain di China.

Pada hari yang sama pula, kerumunan besar terjadi antrean masuk kereta dan bus.

Aksi para petugas medis di Wuhan yang melepas masker mereka sebagai simbol kemenangan dari virus corona.
Aksi para petugas medis di Wuhan yang melepas masker mereka sebagai simbol kemenangan dari virus corona. (NET)

Dilaporkan dari media Perancis AFP, para wartawan melihat antrean panjang penduduk Hubei dengan koper-koper mereka menanti kereta.

Anak-anak kecil yang memakai masker wajah juga banyak menunggu di sana.

Meski begitu, tidak semua kota di Hubei sudah dibuka.

Wuhan, ibu kota Hubei sekaligus tempat pertama virus itu ditemukan, baru akan dibuka pada 8 April mendatang.

Meski begitu, sekitar 30 jalan di Wuhan sudah dibuka pada Rabu pagi.

Dikutip dari media Xinhua, para pekerja dari Huanggang, salah satu kota paling terdampak, sedang mengantre dengan tas dan koper.

Salah satu pekerja yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwadia akan kembali ke Wenzhou, di Provinsi Zhejiang Timur.

"Saya sudah berada di rumah di Hubei selama lebih dari dua bulan," ujarnya.

Para pemilik restoran di Kota Macheng, Provinsi Hubei, mensterilkan mangkuk saji mereka dengan air panas yang mengepul uapnya.

Seorang manajer restoran bernama Wu Guoqing mengatakan kepada AFP bahwa secara lokal, seluruhnya belum kembali seperti sedia kala.

Di sebuah taman hiburan di dekat restoran itu, penduduk setempat berjalan kaki dengan masker dan lampu neon, sedangkan beberapa orang masuk ke mobil-mobil.

Bahkan, aturan social distancing juga masih diberlakukan, terutama saat antrean panjang dan anak-anak yang bermain air mancur di taman.

Penduduk asli Hubei juga mengambil kesempatan untuk pulang (mudik) ke tempat lain di China.

Guo Wei, seorang guru yang bekerja di Beijing, mengatakan bahwa dia telah membeli tiket pertama menuju kampung halamannya pada Rabu pagi.

"Tadinya sangat sulit sekali," ujarnya saat menceritakan masa lockdown dua bulan di Hubei.

Kini orang-orang diizinkan untuk bepergian ke dalam dan keluar Hubei selama mereka memiliki kartu "hijau" yang dikeluarkan pihak otoritas kesehatan.

Kartu itu menunjukkan seseorang dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi virus corona alias Covid-19.

Perintah lockdown terhadap Hubei dilakukan Pemerintah Beijing untuk menghentikan penularan lebih ke provinsi lain.

Namun, kini angka infeksinya sudah banyak berkurang.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Hubei diperbolehkan untuk keluar dan bekerja. Namun, sekolah masih ditutup.

Di sebuah pos pemeriksaan di luar kota Xiaogan, Hubei, seorang guru mengatakan kepada Xinhua bahwa dia akan kembali ke sekolah di Provinsi Guangdong Selatan.

Dia juga mengaku sangat senang bisa kembali bekerja.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lockdown Dicabut, Warga Hubei Hirup Udara Bebas"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved