Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Beredar Anggapan Rokok Elektrik Tidak Berbahaya Bagi Perokok Pasif, Benarkah?

Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau, Nina Samidi, menilai anggapan rokok elektrik tak berbahaya bagi perokok pasif hanyalah mitos.

Editor: Isvara Savitri
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
vape atau rokok elektrik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kehadiran rokok elektrik di Indonesia dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional atau rokok tembakau.

Pandangan yang mengemuka lainnya adalah rokok elektrik tidak berbahaya bagi perokok pasif.

Beberapa pihak bahkan mendukung penggunaan rokok elektrik karena asapnya dianggap tidak mengganggu orang lain.

Di mana, rokok elektrik mampu menawarkan berbagai macam rasa dengan aroma yang bisa dibilang enak, mulai dari buah-buahan, creamy, dan ada pula susu.

Tapi, benarkah rokok elektrik ini aman bagi perokok pasif?

Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau, Nina Samidi, menilai anggapan rokok elektrik tak berbahaya bagi perokok pasif hanyalah mitos.

Bisa sebabkan kanker
Dia menjelaskan uap rokok elektrik atau aerosol yang tersebar ke lingkungan bukan hanya mengandung uap air, tapi juga mengandung nikotin dalam berbagai kadar dan partikel kecil (fine particle).

Selain itu, aerosol juga mengandung bahan toksik yang potensial bisa menyebabkan kanker, seperti:

  • Formaldehid
  • Acetaldehyde
  • Metal
  • Diethylene glycol
  • arvinogenic tobaccospesific nitrosamine dan lain-lain

Nina menyampaikan hal tersebut berdasarkan sumber karya ilmiah dari jurnal Nicotine and Tobacco Research (2013) oleh Czogala dkk., dan Environmental Pollution (2014) oleh Fuoco dkk.

Menurut dia, asap atau uap rokok elektrik juga dapat merusak pertumbuhan janin dan berdampak pada otak remaja.

“ Rokok elektrik mengandung logam lebih tinggi, racun, dan penyerapan nikotin lebih banyak dan cepat dari asap aerosolnya,” jelas Nina belum lama ini.

Waspada para orangtua
Nina meyakini, apapun nama dan mereknya, rokok elektrik tetap saja mengandung nikotin.

Nikotin adalah isi wajib pada rokok elektrik atau rokok elektronik karena zat itulah jualan utamanya.

Tujuannya tidak lain, yakni agar konsumen ketagihan untuk terus mengonsumsi rokok elektrik.

Nina mengutarakan, rasa buah-buahan pada e-liquids (isi ulang) rokok elektrik tidak berarti e-liquids tersebut aman apalagi sehat seperti buah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved