Hotel di Manado Suruh Karyawan Cuti: Hunian Kamar hanya 8 Persen
Pandemi virus Corona (Covid-19) berdampak bagi perhotelan di dunia. Penurunan pengunjung hotel tak bisa dihindari.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pandemi virus Corona (Covid-19) berdampak bagi perhotelan di dunia. Penurunan pengunjung hotel tak bisa dihindari. Bisnis hotel di pusat wisata utama di Indonesia kena imbas. Ada sepuluh kawasan wisata yang ditaksir paling parah kena imbas Corona. Manado, Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan, Bajo, Lombok, Malang, Silangit, Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang.
• Dampak Covid-19: Skenario Terburuk Eknomi 0 Persen
Sejak 1 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan resmi dua kasus positif di Indonesia, turis asing langsung anjlok. Di Manado terjadi penurunan tajam okupansi (tingkat hunian) hotel hingga lebih dari 75 persen. Bahkan ada hotel di Manado yang tinggal 8 persen okupansinya.
Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani sebelum pengumuman kasus positif Corona sempat mengatakan, destinasi wisata yang relatif tak terdampak Corona hanya ada di Jawa dan Makassar. Hal ini disebabkan masih aktifnya pergerakan wisatawan domestik, khususnya kegiatan pemerintah yang masih memberikan kontribusi terhadap occupancy hotel.
Sementara wilayah lain termasuk Sulut, justru babak belur. Berdasarkan catatannya, untuk Batam dan Bintan, tingkat keterisian hotel pada Januari dan Februari 2020 turun 40 persen jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata okupansi atau tingkat keterisian saat ini anjlok hanya berkisar 30 persen.
Para karyawan hotel bahkan banyak yang diminta untuk mengambil cuti. Menurutnya, kondisi ini akan memburuk jika sampai bulan April masih terjadi penurunan okupansi. Selanjutnya, di Bali penurunan okupansi berkisar 80 persen, khususnya di daerah favorit turis Cina yaitu Nusa Dua, Tuban dan Legian, Kuta. Hal ini juga disebabkan karena turis Cina merupakan kontribusi wisman terbesar di Bali. Kondisi di Bali mirip di Manado yang mengandalkan turis Cina.
Director of Sales Hotel Sintesa Peninsula Manado, Julita Wowor menyampaikan, dampak Corona terhadap hotel. "Dampak pasti ada. Event-event semua ditunda pelaksanaan," katanya saat dihubungi Tribun Manado, Kamis (19/3/2020). Ia menyatakan, hal tersebut tentunya otomatis berpengaruh pada revenue hotel.
• Hotel Lesu karena Pandemi Covid-19, Vecky : Tetap Perhatikan Nasib Karyawan
Selain itu, ia mengatakan tidak ada karyawan yang dirumahkan akibat dampak ini. "Untuk dari segi karyawan tetap tidak ada yang dirumahkan, hanya dianjurkan mengambil cuti," kata Julita. Ia mengungkapkan, kecuali untuk karyawan harian atau daily worker karena tidak ada event jadi otomatis mereka juga diliburkan. "Karyawan itu kan cuti. Kalau cuti kan gaji tetap dapat," ucap dia.
Okupansi Hotel Sintesa Peninsula terjadi penurunan. "Penurunan sampai 45 persen lebih," ujar Julita.
Hotel di Manado merasakan dampak buruk dengan adanya wabah Covid-19. "Untuk hotel tentu ada dampak besar," kata Lenda Asisten Public Relations Manager Hotel Grand Luley Manado, Kamis (19/3/2020). Ia menambahkan, dampaknya bukan hanya tamu yang membatalkan rencana ke Manado. Namun, juga pemerintah dan corporate yang memutuskan untuk sementara tidak lagi mengadakan meeting atau event lain.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa tidak ada karyawan yang dirumahkan. "Untuk karyawan tetap bekerja seperti biasa tanpa ada karyawan yang dirumahkan," pungkas dia.
Hotel Aston Manado juga memberikan tanggapan akibat wabah virus corona ini. "Dampak Corona saat ini memang luar biasa besar di industri hotel dan kita rasa bukan di Manado saja yang tingkat huniannya sangat anjlok," kata Svenpry Mononimbar, Staf Desain Grafis dan Public Relation Hotel Aston, Jumat (20/3/2020). Menurutnya, mungkin hal ini yang terparah dalam sejarah hotel di Manado. "Okupansi hotel turun sekitar di kisaran 70 persen," jelasnya.
Ia menyatakan, sampai dengan minggu lalu, sebelum kabar corona masuk di beberapa kota di Indonesia termasuk Manado, yaitu rata-rata masih 80 persen hingga 90 persen. Salah satu hotel berbintang di Manado juga mengalami penurunan okupansi akibat wabah Covid-19. "Iya berdampak sekali misalnya okupansi saat ini di pagi ini saja main di 8 persen," kata Yusri Kassa, Manajer Hotel Biz Boulevard, Kamis (19/3/2020).
Jelas dia, sebelum terdampak virus tersebut okupansi berada pada kisaran 75 persen sampai 80 persen. "Kalau untuk karyawan masih tetap bekerja," pungkas dia.
Swiss Belhotel Maleosan merasakan langsung dampak Corona. Manager Front Office Swiss Belhotel Andretti Sigar mengatakan, untuk okupansi di Swiss Belhotel turun. "Ya, sebelum ada pembatasan kunjungan itu sudah mulai turun, untuk bulan ini turun 60 persen," sebut Sigar.
• Jokowi Pesan 3 Juta Obat Antimalaria: Datangkan Penawar Corona dari China
Dia mengaku khawatir dengan kondisi saat ini, khususnya di dunia perhotelan di Manado. "Sampai dengan tadi malam saja okupansi turun 20 persen, bisa saja ke depan diprediksi di bawah 20 persen," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pesan-hotel-murah.jpg)