Berita Mitra

Jumlah Anak Putus Sekolah di Mitra Menurun

Dalam kurun waktu setahun angka APS turun 320 kasus. Diketahui sejak 2018 lalu ada sekitar 596 APS dan 2019 kemarin tersisa 276

Tribun Manado / Giolano Setiay
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Mitra Ascke Benu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masalah anak putus sekolah (APS) seakan menjadi PR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra).

Dalam kurun waktu setahun angka APS turun 320 kasus. Diketahui sejak 2018 lalu ada sekitar 596 APS dan 2019 kemarin tersisa 276.

Hal ini berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Mitra.

Kepala Dinas (Kadis) Disdik Mitra Ascke Benu mengatakan, berkurangnya angka APS lantaran adanya pengoptimalan program paket.

Bandara Sam Ratulangi Manado Tetapkan Social Distancing, Jarak Antar Orang Minimal 1 Meter

Baik paket A, B dan C, yang mana Disdik terus berkoordinasi dengan pihak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di masing-masing kecamatan.

"Kita terus ada koordinasi dengan PKBM, mulai dari pendataan hingga pengikutsertaan ujian," terangnya saat dikonfirmasi hari ini Kamis (19/3/2020).

Untuk jumlah APS, menurut Benu disebabkan dari beberapa faktor. Mulai dari faktor pekerjaan sampai pengaruh pergaulan.

Akibat Covid-19, Pelantikan Panwas Kelurahan dan Desa di Bolsel Tertunda

"Nah dari pendataan yang dilakukan, kalau untuk wilayah pesisir itu kebanyakan berhenti bersekolah karena sudah ikut bekerja melaut dengan orangtua. Kemudian kalau di wilayah Tombatu Raya itu faktor pergaulan. Malah kebanyakan alasan berhenti sekolah karena sudah menikah," tukas Benu.

Adapun alasan tersebut diketahui berdasarkan hasil wawancara tim Disdik di lapangan.

"Itu diketahui berdasarkan hasil wawancara pihaknya di lapangan. Saat melakukan pendataan langsung," sambungnya.

Benu berharap, peran orangtua dalam memotivasi anak menjadi salah satu poin penting. Terlebih dalam memberikan semangat supaya menuntaskan dulu pendidikannya, baru berpikir pekerjaan.

Mata Pencarian Terancam, Tukang Ojek Doakan Penyebaran Virus Corona Segera Berakhir

"Memang dalam hal ini, orangtua sangat memiliki peran penting terutama terkait pembentukan karakter anak," pungkas Mantan Dosen Fispol Unsrat ini.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Yovitha Sualang menambahkan, pihaknya tetap rutin melakukan pendataan meski angka APS terjadi penurunan.

"Tiap tahun ini rutin dilakukan. Yang mana Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan pihak PKBM. Guna pendataan APS. Serta orang dewasa yang ingin ikut ujian kesetaraan," jelasnya. (Ano)

Dana untuk Pilkada Minsel Tahap Kedua Sudah Dicairkan

Penulis: Giolano Setiay
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved