Berita Minsel
Dana untuk Pilkada Minsel Tahap Kedua Sudah Dicairkan
Pencairan dana pilkada sebesar 40 persen dari nilai yang dianggarkan dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kekhawatiran masyarakat Minahasa Selatan (Minsel) soal bakal ditundanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) lantaran ketiadaan anggaran, sudah tak lagi menjadi persoalan.
Dua penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minsel sudah menerima dana untuk penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.
Kepala Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel Melky Manus baru-baru ini mengatakan, pencairan dana pilkada sebesar 40 persen dari nilai yang dianggarkan dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).
Bawaslu Minsel mendapatkan Rp 6,5 miliar dan KPUD Minsel kecipratan dana sebesar Rp 16 miliar lebih.
• Akibat Covid-19, Pelantikan Panwas Kelurahan dan Desa di Bolsel Tertunda
Pemerintah berharap dana tahap kedua yang sudah dicairkan ini akan dimanfaatkan untuk membiayai tahapan pilkada yang sudah berjalan.
"Untuk anggaran tahap ketiga akan dicairkan seblum sebelum pelaksanaan pilkada tanggal 23 September 2020," ujar Melky Manus.
Sebelum anggaran dicairkan Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum Bawaslu Minsel Franny Sengkey SE Selasa (3/3/2020) lalu mengatakan, jika memang anggaran tak terealisasi untuk pilkada bupati dan wakil bupati Minsel, dia secara tegas mendukung daerah ini hanya menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur saja.
• Mata Pencarian Terancam, Tukang Ojek Doakan Penyebaran Virus Corona Segera Berakhir
"Untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ditunda tahun 2024 mendatang saja," ucap dia.
Alasan paling prinsip menurutnya, sampai saat ini Pemkab Minsel tidak menyalurkan anggaran hibah kepasa penyelenggara pilkada. Sedangkan anggaran ini adalah motor dan energi dalam menjalankan roda pesta demokrasi.
Dalam undang undang Pemda wajib menyediakan anggaran Pilkada. Sehingga bila anggaran ini tak kunjung dicairkan dengan persoalan internal Pemda dan DPRD Minsel.
"Semua bergerak kalu ada anggaran, dan kalau tidak anggaran maka saya nilai Pemda tidak siap menggelar Pilbup," ujarnya.
• RSUD Kotamobagu Siapkan 17 Petugas Medis untuk Tangani Pasien Terduga Corona