Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Kasus Virus Corona di Korea Selatan Menurun Drastis tanpa Lakukan Lockdown, Ini Rahasianya

Sejatinya mereka mengikuti cara China ini karena mengalami lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

Kini setelah menurunkan angka kasus, Korea Selatan mulai berbenah untuk bangkit kembali.

ILUSTRASI - Pasien suspect virus Corona di Daegu Korea Selatan.
ILUSTRASI - Pasien suspect virus Corona di Daegu Korea Selatan. (EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT(YONHAP))

Apa Rahasia Korea Selatan untuk Turunkan Angka Infeksi Covid-19?

Keberhasilan Korea Selatan menahan angka infeksi tidak jauh dari proses tes yang masif di sana.

Bahkan Korea Selatan dikatakan sebagai negara dengan progam pengujian paling luas dan terorganisir di dunia.

Kebijakan ini lantas dikombinasikan dengan upaya isolasi untuk mereka yang terinfeksi corona.

Selain itu juga melacak dan mengarantina siapapun yang pernah melakukan kontak dengan pasien.

Korea Selatan setidaknya telah menguji lebih dari 270.000 orang.

Ini adalah angka pengujian paling besar di antara negara terinfeksi Covid-19 lainnya.

Di bawahnya ada Bahrain yakni sebesar 5.200 tes, dinobatkan sebagai negara paling banyak melakukan tes corona juga.

Bentuk virus Corona di mikroskop
Bentuk virus Corona di mikroskop ((Sumber: NIAID-RML vis Bloomberg))

Bahkan negara adidaya, Amerika Serikat hanya melakukan 74 tes per 1 juta penduduk.

"Kapasitas diagnostik pada skala adalah kunci mengendalikan epidemi," ujar Sarjana Penyakit Menular Universitas New South Wales Sydney, Raina Maclyntre.

Inilah yang sudah dilakukan dan dibuktikan Korea Selatan, setelah sempat terpuruk dalam kubangan kasus Covid-19.

"Pelacakan kontak juga sangat berpengaruh dalam pengendalian epidemi, seperti halnya isolasi khusus," tambahnya.

Kendati demikian, tidak ada jaminan bahwa keberhasilan Korea Selatan menahan infeksi bisa bertahan lama.

Sebab jumlah kasus baru bisa menurun sebagian besar karena pemerintah menguji anggota Gereja Shincheonji Yesus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved