Tips untuk Temani Anak Belajar di Rumah, Selama Sekolah Libur Karena Virus Corona
Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan yang memungkinkan kontak antara banyak orang. Tujuannya, menekan laju penyebaran virus corona
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah pemerintah daerah memberlakukan penghentian aktivitas pendidikan dengan meliburkan sekolah-sekolah selama 2 pekan, di tengah penyebaran virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di Indonesia.
Para siswa diminta melanjutkan belajarnya di rumah.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan yang memungkinkan kontak antara banyak orang. Tujuannya, menekan laju penyebaran virus corona.
Selama 2 pekan ini, orangtua diharapkan bisa menjadi "guru" yang mengisi kegiatan anak-anaknya.
Selain itu, menemani mereka mengikuti kegiatan belajar secara online.
Anjurannya, jangan mengajak anak ke luar rumah. Oleh karena itu, diperlukan berbagai alternatif kegiatan yang bisa dilakukan anak.
Dengan demikian, pilihannya pun tak hanya menonton televisi atau bermain gadget.
Orangtua harus bagaimana?
Praktisi Homeschooling Aar Sumardiono mengatakan, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh orangtua ketika mendampingi anaknya belajar banyak hal, dari dalam rumah.
Hal pertama yang harus ditanamkan dalam pikiran adalah tidak menganggap kondisi saat ini menjadi sebuah beban.
• Kondisi Daerah di Indonesia Positif Kasus Virus Corona, Tetapkan Status KLB Hingga Batasi Keramaian
• China Mulai Bangkit dari Wabah Virus Corona, Kehidupan Kembali Normal, Angka Kasus Menurun
• Tes Virus Corona di Jawa Tengah Gratis, Ini 7 Rumah Sakit Rujukan, Ganjar: Biaya Kami Tanggung
"Jangan hanya melihat momen ini sebagai beban. Lihatlah sebagai kesempatan untuk menjalin hubungan bersama anak. Jika ada masalah komunikasi, inilah kesempatan untuk mendekatkan Anda dengan anak," jelas Aar, saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).
Selanjutnya, cobalah bekerja sama dengan anak sebagai tim yang akan saling membantu mencari solusi bersama jika terjadi kesulitan.
Pendiri Rumah Inspirasi ini, menyebutkan, dalam situasi seperti ini orangtua sebaiknya menjadi teman anak yang mengajaknya berkomunikasi, bukan mengawasi atau sekadar memerintah.
"Mengobrol dan berkomunikasi dengan anak, bukan hanya memerintah dan menjadi pengawas anak-anak. Semakin santai relasi Anda dengan anak, semakin mudah keseharian ini dilewati," ujar dia.
Tips keempat, ciptakan suasana belajar menyenangkan di rumah. Caranya, dengan membuat kesepakatan soal aturan main dengan sang anak.