Kehidupan di China
Kehidupan di China Mulai Kembali Normal Setelah Wabah Virus Corona, Sekolah Segera Dibuka
Melansir pemberitaan South China Morning Post, Minggu (15/3/2020), para pekerja secara bertahap kembali melakukan aktivitasnya
Sama seperti Wi, tahun ini Wang harus tinggal di rumah selama satu bulan tanpa penghasilan dan bonus bekerja sebagai imbas virus corona di China.
Selama masa sulit itu, Wang hanya melakukan dua hal, yakni mencari informasi tentang pekerjaan di Guangzhou, dan tindakan karantina di kota asalnya.
Ia juga mengejar mantan bosnya dengan gaji 4.800 yuan atau sekitar Rp 10.031.973 yang belum dibayarkan kepadanya sejak dua tahun lalu.
"Pandemik telah memengaruhi hidup saya, tetapi tidak parah. Satu-satunya harapan saya adalah meminta gaji saya kembali," ujar dia.
Seorang pejabat di Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan, Wei Baigang, mengungkapkan, meskipun ada langkah-langkah untuk membantu pekerja imigran kembali ke pabrik-pabrik yang kembali dibuka, tetapi sekitar setengah dari keseluruhan pabrik belum melakukannya.
Data resmi menunjukkan, aktivitas pabrik China dikontrak pada Februari 2020 karena wabah virus corona.
Namun, muncul tanda-tanda menggembirakan bahwa kehidupan secara bertahap kembali normal, saat negara-negara lain menerapkan langkah-langkah mereka untuk mengendalikan penyebaran virus.
Pemerintah Hubei mengeluarkan pemberitahuan yang meminta perusahaan untuk melanjutkan operasionalnya meskipun penduduk masih dilarang meninggalkan Provinsi Hubei pada Rabu (11/3/2020).
• Gubernur Potong Tunjangan PNS Selama 6 Bulan, Geser untuk Penanganan Virus Corona
• Penasaran dengan Bentuk Virus Corona di Mikroskop? Begini Gambar dan Penampakan COVID-19
• Acara Pernikahan Kacau, Penghulu Kaget Calon Pengantin Wanita Ternyata Pria, Lihat Respon Keluarga
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Melihat Kehidupan di China yang Mulai Kembali Normal Setelah Wabah Virus Corona