Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Terkini, Warga Bekasi Diserang Ulat Bulu, Begini Awal Mula Munculnya Wabah Ini

Hama ulat bulu telah menyerang kawasan perumahan elit Grand Wisata, tepatnya di Cluster Celebration Town, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Tayang:
Editor:
Kleuske/Wikipedia
Thaumetopoea processionea 

"Udah enggak apa-apa, cuma kemarin karena di sini orang kaya semua jadi begitu kena gatel-gatel langsung dibawa ke rumah sakit," tegas dia.

Tukang Kebun Sebut Kejadian Serupa Pernah Terjadi

Hama ulat bulu menyerang kawasan perumahan elit Cluster Celebration Town, Grand Wisata, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tukang kebun setempat menyebutkan, kejadian seruapa pernah terjadi.

Idrus (48), tukang kebun di Cluster Celebration Grand Wisata, saat dijumpai mengatakan, hama ulat bulu sebelumnya pernah terjadi tiga tahun silam.

"Dulu pernah ada tiga tahun lalu udah lama, cuma waktu itu enggak sebanyak sekarang, kalau dulu paling cuma tiga pohon doang yang banyak ulat bulunya," kata Idrus, Senin, (9/3/2020).

Hama ulat bulu sekarang ini sudah terjadi sejak sekitar dua pekan lalu. Awalnya, ulat bulu diketahui meyerang rumah-rumah warga hingga ke pelataran dan area parkir mobil.

"Minggu pertama itu udah sampai ke rumah, ada sekitar tiga rumah, nah dari situ warga lapor ke RT, RT terus hubungin Damkar (pemadam kebakaran)," jelas dia.

Minggu pertama saat hama ulat bulu menyerang itu, petugas Damkar Kabupaten Bekasi langsung melakukan pembasmian dengan menyemprotkan air menggunakan kendaraan pemadam yang campur deterjen.

"Udah kena dibersihkan sama Damkar, selang tiga hari enggak tahunya ada lagi di pohon-pohon makin banyak," ujarnya.

Serangan hama kedua ini baru ketahuan setelah beberapa warga anak kecil tengah bermain di taman dan mengeluh gatal-gatal. Beberapa dari korban hama ulat bulun sempat dilarikan ke rumah sakit oleh orangtuanya.

Idrus menjelaskan, pihak kecamatan dan Dinas Pertanian hari ini telah terjun ke lokasi keberadaan hama ulat bulu dan langsung menyemprotkan cairan pembasmi hama.

"Udah tadi disemprot dari kecamatan, saya juga bantu semprotin pake cairan buat basmi hama, sekarang masih ada pada jatuh ke tanah abis disempot tadinya nempel di batang pohon," jelas dia.

Pihak kecamatan dan Dinas Pertanian menurut Idrus, berencana mengecek kembali setelah tiga hari penyemprotan untuk memastikan telur ulat bulu tidak menetap dan kembali berkembang biak.

"Nanti tiga hari mau disemprot lagi, ada atau enggak ada ulatnya pasti disemprot buat mastiin enggak netes lagi," ujarnya.

Adapun jumlah ulat bulu yang ada kata Idrus sangat banyak, mereka bersarang di dahan pohon yang berukuran besar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved