Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh Dunia

Biografi Tokoh Perdamaian, Malala Yousafzai, Dia yang Melawan Terorisme Lewat Pendidikan

Malala Yousafzai adalah seorang pelajar yang enggan menyerah saat ditembak peluru teroris, demi perjuangkan haknya sebagai wanita.

Editor: Rizali Posumah
istimewa
Malala Yousafzai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Malala Yousafzai adalah seorang pelajar yang enggan menyerah saat ditembak peluru teroris, demi perjuangkan haknya sebagai wanita.

Ia disebut sebagai aktivis muda yang menantang terorisme dengan pendidikan.

Ada satu kalimat yang paling menginspirasi dari Malala, yakni saat ia berkata "Dengan senjata kau bisa membunuh teroris. Tapi dengan pendidikan, kau bisa membunuh paham teroris."

Kejadian berlangsung pada 9 Oktober 2012. Malala yang saat itu berusia 15 tahun, hendak berangkat sekolah.

Malala Yousafzai
Malala Yousafzai (istimewa)

Dia naik bus ditemani teman sebangkunya, Moniba. Ada juga teman-teman sekolah lainnya yang berangkat bersama di bus itu.

Perjalanan di bus itu awalnya tenang-tenang saja.

Lembah Swat, area tempat tinggal Malala, dikenal sebagai "Swiss-nya Pakistan". Sebuah daerah pegunungan yang tetap sejuk di musim panas dan bersalju di musim dingin.

Namun saat itu, Lembah Swat menjelma jadi lokasi tragedi mengerikan. Hanya sekitar 90 meter dekat sekolahnya, terjadi penembakan yang melibatkan Malala sebagai korban.

Bus sekolah yang ditumpangi Malala, diberhentikan oleh dua pemuda. Malala tidak melihatnya, tapi Moniba menggambarkan dua pemuda itu seperti mahasiswa.

Malala Yousafsai di Bandara Heathrow, London sebelum bertolak ke New York untuk berbicara di PBB beberapa waktu lalu.
Malala Yousafsai di Bandara Heathrow, London sebelum bertolak ke New York untuk berbicara di PBB beberapa waktu lalu. (www.birminghammail.co.uk)

Seorang pemuda bertanya, "Mana Malala?" saat memasuki bus.

Moniba awalnya mengira pemuda itu mungkin jurnalis, tapi sepersekian detik kemudian dia sadar, temannya dalam bahaya.

Moniba melihat Malala diselimuti ketakutan yang mendalam, sedangkan teman-teman lainnya pura-pura tidak mengenal Malala.

Dan, penembakan pun terjadi.

"Aku mendengar suara tembakan, lalu aku melihat darah di kepala Malala," ucap Kainat Riaz, teman Malala.

Moniba menceritakan bus berhenti sekitar 10 menit, sebelum akhirnya datang warga sekitar yang menolong mereka.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved