Kasus Virus Corona di China Menurun, Banyak Pasien Sembuh, Bagaimana China Menghadapi Wabah Ini?
Penting bagi Indonesia, juga beberapa negara lainnya, melakukan respon cepat seperti China untuk membatasi penyebaran virus SARS-CoV-2
Warga China yang dites laboratorium bukan ratusan, tapi ribuan.
Oleh karena itu, untuk mendorong warga agar mau melakukan swab tenggorokan serta cek laboratorium, pemerintah China membayar semua tagihan tes bagi orang-orang yang tidak memiliki asuransi kesehatan,
“Di China, mereka (pemerintah) menyadari bahwa uang merupakan perkara yang berkaitan dengan keinginan seseorang untuk cek kesehatan. Oleh karena itu mereka membayarkan tagihan bagi orang-orang yang tidak ter-cover asuransi,” lanjut Alyward.
Selain itu, jika dibutuhkan resep obat, resep bisa didapatkan lewat WeChat (aplikasi pada ponsel) tanpa perlu bertemu langsung dengan dokter.
Obat-obatan juga dikirim langsung ke rumah orang yang bersangkutan.
Kemampuan bertahan dari penyakit
Alyward mengatakan bahwa China memiliki kemampuan bertahan yang tinggi terhadap penyakit.
Sampai saat ini tingkat kematian di China memang besar, yakni 3,8 persen.
Namun mayoritas dari angka tersebut berlangsung saat awal-awal epidemi berlangsung di Wuhan.
Di luar Wuhan sendiri, jelas Alyward, rasio kematian akibat Covid-19 di bawah 1 persen.
Mereka (petugas medis) menemukan kasus dengan cepat, mengisolasi pasien dan orang-orang terdekatnya, serta menggunakan metode canggih bernama extracorporeal membrane oxygenation.

“Coba lihat di Italia dan Iran, di mana banyak orang meninggal,” tambahnya.
Hal tersebut, menurut Aylward, sedikit banyak membuktikan bahwa China pandai dalam menjaga warganya agar tetap hidup.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Covid-19 di China Menurun, Ini Pelajaran bagi Indonesia dan Dunia"