Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Makan Bergizi dan Pakai Masker: Cara Hindari Corona

Dr Moh Adib Khumaidi S, POT, dari Ikatan Dokter Indonesia yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengatakan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
https://www.google.com/url?sa=i&url=https://wartakota.tribunnews.com
sayuran 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dr Moh Adib Khumaidi S, POT, dari Ikatan Dokter Indonesia yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengatakan, mengenai iklim di indonesia yang katanya tak bisa buat virus corona, saya kira itu masih dalam bentuk asumsi bukan sebuah bentuk penelitian, karena thailand yang memiliki iklim sama dengan Indonesia juga ternyata ada yang positif.

Kota Manado Clear Virus Corona

Jadi gini namanya kalau virus ya dia melemah. Nah, melemahnya itu kemudian tidak memberikan dampak klinis kalau umpamanya tubuh kita bisa melawan virus itu sendiri.
Karena pada prinsipnya penyakit virus itu self imitid disis (cek lagi) jadi tergantung daya tahan tubuh kita.

Kalaupun ada obat anti virus memang banyak, tapi khsusus untuk covid 19 (corona) memang belum ditemukan termasuk vaksinya belum ditemukan virusnya juga baru.

Tapi yang paling utama buat kita masyarakat tetap tenang tapi tetap waspada kewaspadaan yang paling penting menjaga kesehatan dan kebersihan membiasakan cuci tangan kemudian, makan makanan bergizi pakai hand sanitizer.

Sampai rumah cuci tangan cuci kaki. Nah hal seperti itu yang harus kita lakukan. Kalaupun kita berada dalam satu lokasi yang berkumpul banyak massa maka memang kita sarankan memakai masker.

Tukang Kebun Juga Diduga Corona

Seorang tukang kebun di rumah ibu dan anak warga Depok diperiksa terkait kasus corona di Sukmajaya dijemput petugas Dinas Kesehatan Kota Depok. Ibu dan anak berinisial MD (64) dan NT (31) sejak 1 Maret 2020 sudah dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Data yang dihimpun wartawan Tribun tukang kebun berinisial SO tersebut dijemput pada Senin (2/3) sekira pukul 15.00 WIB. Dia dijemput dua ambulans Dinas Kesehatan Kota Depok ke RSPI Sulianti Saroso.

Ibu dan Anak di Depok Positif Virus Corona, Banyak Warga Manado Buru Masker

Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim Sadjab membenarkan penjemputan SO yang belum diketahui apakah juga terjangkit virus corona. "Satu orang tukang kebunnya. Dibawa ke rumah sakit di Jakarta," ucap Ibrahim di Sukmajaya.

"Tiga-tiganya untuk mencegah penyebaran (virus corona, red)," sambung Ibrahim.

Tak lama dua ambulans Dinas Kesehatan Kota Depok pergi, personel Polsek Sukmajaya memasang garis polisi. Garis polisi dipasang 20 meter dari kediaman sesuai pertimbangan petugas Dinas Kesehatan Kota Depok.

"Jadi tujuan digaris polisi jangan sampai ada rekan-rekan atau teman-teman lain yang ingin tahu melewati ini. Posisi rumah sekarang diisolasi," ujarnya.

Pantauan wartawan Tribun hingga pukul 17.12 WIB aktivitas warga di perumahan tempat kedua korban tampak normal. Ketua RT setempat Teguh Prawiro mengatakan kedua warganya ibu dan anak hingga kini masih menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso.

"Masih dalam penanganan, yang saya tahu kondisinya baik. Penanganan yang didapati bagus," tutur Teguh. Warung yang berada sekitar 50 meter dari lokasi pun masih tampak beroperasi seolah tak khawatir ikut terkena.

Empat mobil milik penghuni hingga sore ini terparkir di garasi yang ikut dibatasi menggunakan bentangan garis polisi. Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui keluarga korban positif virus corona di Depok masih belum bisa terbuka, sehingga pihaknya masih sulit mencari informasi mendalam.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved