Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kota Manado Clear Virus Corona

Kota Manado clear (steril) dari virus Corona (Covid 19). Masyarakat tetap waspada tapi tidak boleh panik dengan penyebaran virus

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUN MANADO/FISTEL MUKUAN
Ilustrasi penjaga toko Indomaret dan Alfamart memperlihatkan masker. 


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kota Manado clear (steril) dari virus Corona (Covid 19). Masyarakat tetap waspada tapi tidak boleh panik dengan penyebaran virus asal Kota Wuhan Cina ini.

Kepala Dinkes Kota Manado, dr Ivan Sumenda, sekarang ini, pemerintah sudah menghentikan penerbangan dari Cina ke Manado. Jadi tidak ada virus Corona. "Manado clear dengan virus Corona. Imbauan menjaga kebersihan diri, cuci tangan ketika pegang barang kotor," ujarnya kepada Tribun Manado, Senin (2/3/2020).

Pemerintah Afghanistan Tak Mau Lepas 5000 Taliban yang Ditahan, Perdamaian Terancam Batal

Dinkes Manado sudah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di kota ini. Jika ada (masyarakat) yang merasakan gejala-gejala (Corona), segera konsultasi ke rumah sakit. "Kita sudah berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit terkait virus Corona tersebut. Mari kita berpola hidup sehat, tetap jaga kesehatan dan mari kita berdoa bersama agar Kota Manado bebas dari virus Corona," ujarnya.

Kadis juga menjelaskan soal penggunaan masker. "Masker itu hanya disposibel bukan selamanya mencegah virus Corona," kata Sumenda.
Menurut dr Ivan, penggunaan masker hanya sekali pakai dan tidak dipakai berulang-ulang. Kalau hari ini sudah dipakai, ia mengatakan besoknya sudah tidak bisa dipakai. "Satu hari pakai saja, masker itu bukan satu-satunya pencegahan. Itu justru menjadi sumber penularan," katanya.

Mencegah penularan Corona, harus membiasakan mencuci tangan, jaga kebersihan lingkungan, jaga kesehatan daya tahan tubuh. "Orang stres bisa mengakibatkan (beberapa proses terganggu yang akhirnya) daya tahan tubuhnya menurun, tetap berpola hidup sehat dan tetap berdoa," ujar dia.

Dinkes berulangkali sudah melakukan sosialisasi terkait virus Corona. "Sekarang penerbangan sudah dihentikan sejak tanggal 27 Januari, virus ini inkubasinya 2-14 hari. Kalau ada terpapar dengan virus, paling lama dua minggu, pasti akan timbul gejala," jelasnya.

Sementara itu, panik dengan Corona, warga Manado memburu masker hingga ke Lolak, Bolmong. Antara Lolak dan Manado terpaut 4 jam perjalanan menggunakan mobil dengan kecepatan normal.

Asni, salah satu penjaga apotik di Lolak mengatakan, banyak warga Manado buru masker di Lolak. "Mereka membeli banyak. Akibatnya stok pernah kosong," kata dia.
Mencegah habis stok pihaknya kini melarang pembelian per dus. Masker kini hanya bisa dibeli per biji. Ayu penjaga apotek lainnya mengatakan, pernah ada yang memborong masker hingga 19 dus.

"Saya duga ia dari Manado, soalnya logatnya bukan dari sini," kata dia.
Pemborong itu, beber dia, tak peduli harga masker melonjak dari 1.000 menjadi 5.000 per biji.

Dalam 2 Bulan Sudah 3 Pohon Tumbang di Bolsel, Begini Respon Bupati

Dinkes Bolmong waspada Corona menyusul dua kasus Corona di Depok. Kadis Erman Paputungan melalui Kabid Yusuf Detu mengatakan, pihaknya menggiatkan sosialisasi kemasyarakat tentang penyakit ini. "Jika ada yang sakit tak sembuh lantas punya riwayat bepergian ke wilayah Corona, bisa datang ke kami," kata dia.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Dirjen P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Kementrian Kesehatan RI No:PM.04.02/III/43/2020 tanggal 03 Januari 2020.
Berisi tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang menjadi indikasi gejala virus Corona.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano dr Maryani Suronoto mengimbau masyarakat untuk tetap menjalani gaya hidup yang sehat.

"Dikarenakan untuk penanganan virus Corona di RSUD Tondano belum tersedia, sehingga jika terjadi kasus ini diminta untuk dirujuk ke RSUD Prof Kandou Malalayang," tandasnya. Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara lewat Dinkes terus berupaya mencegah virus.

Dinkes Kabupaten Ini Waspada Corona

Kadis Helny Ratuliu mengatakan, hingga saat ini, belum ada sekalipun ciri-ciri penyakit seperti itu. Dinkes sendiri terus berupaya menghindari kepada masyarakat, agar tetap waspada dan terus menjaga stabilitas kesehatan tubuh. (ano/eas/art/fer/fis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved