Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Makan Bergizi dan Pakai Masker: Cara Hindari Corona

Dr Moh Adib Khumaidi S, POT, dari Ikatan Dokter Indonesia yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengatakan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
https://www.google.com/url?sa=i&url=https://wartakota.tribunnews.com
sayuran 

"Soal sterilisasi, kami kesana dan belum mendapat keterbukaan informasi dari pihak keluarganya," kata Idris.

Terkait langkah sterilisasi di kediaman korban, Idris mengatakan pihaknya masih melihat gejala dan indikasi yang ada. "Nanti kami lihat indikasi atau gejala-gejalanya dulu. Ini perumahan masalahnya ya," bebernya.

"Saya sendiri belum cek ke camatnya. Setahu saya warga perumahan ini eksklusif," pungkasnya.

Terpisah, Dinas Kesehatan Kota Tangerang memantau perkembangan 17 warganya soal perkembangan virus corona. Hal tersebut lantaran, ke-17 warga Tangerang tersebut baru saja pulang dari negara yang sudah terpapar virus corona.

"Dia baru pulang dari negara terjangkit dalam kurun waktu 14 hari ke belakang. Ini masuk kategori pemantauan, 17 kasus," kata Kadinkes Kota Tangerang, Liza Puspadewi.

Namun, ia menjelaskan dari 17 orang itu tidak ada yang positif terpapar virus corona. Menurut Liza, 17 orang tersebut terhitung datang dari negara terpapar Virus Corona sejak bulan Januari sampai per tanggal 2 Maret 2020.

Begini Pesan Ketua Bhayangkari Polres Minahasa Usai Family Gethering

"Tidak bergejala dan dia hanya datang dari negara-negara terjangkit dan hasilnya semua sudah sehat," ujarnya. Liza mengatakan, 17 warga Kota Tangerang yang saat ini dalam status pemantauan tersebut pulang dari negara-negara terjangkit seperti Korea Selatan, China dan Taiwan.

Data tersebut, lanjut dia, diperoleh dari pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta dan data dikirim ke Dinas Kesehatan tempat WNI berasal. "Kalau dia masuk dalam pengawasan dia langsung ke RSPI Sulianti Saroso, kalau dia masuk kategori pemantauan dia akan di cross notifikasi ke dinkes yang berhubungan," kata Liza.

Pihak PT MRT Jakarta membuat kebijakan ihwal mencegah virus corona covid-19. "Terkait upaya mendukung pencegahan penyebaran virus corona covid-19 di Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah melakukan dan mengeluarkan kebijakan terkait," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin.

Salah satu poinnya adalah bagi penumpang yang sedang panas tinggi dan demam dilarang menaiki MRT. Berikut 8 kebijakan dari PT MRT Jakarta yang meliputi:

1. Sosialisasi kewaspadaan Novel Coronavirus melalui media sosial telah disebarkan melalui media sosial resmi MRT Jakarta, sejak 31 Januari 2020.

2. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI telah dilakukan pertemuan antara Direktur Operasi dan Pemeliharaan. Bersama Kepala Dinas Kesehatan pada 12 Februari 2020 dan koordinasi rutin setelah pertemuan tersebut.

3. Menempatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di titik-titik ramai penumpang pada 13 stasiun MRT Jakarta.

4. Meningkatkan pembersihan secara intensif dan berkala pada stasiun dan kereta MRT Jakarta, dengan metode khusus yang dipertimbangkan dapat mencegah potensi penyebaran virus.

5. Pelaksanaan edukasi publik melalui bincang-bincang (talk show) dengan tema “Pentingnya Hand Hygiene Dalam Pencegahan Virus”.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved