Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Chitetsu Watanabe Meninggal Dunia, Tak Lama Setelah Dinobatkan Sebagai Pria Tertua di Dunia

Pria tertua di dunia Chitetsu Watanabe meninggal dunia di usia 112 tahun. Ia meninggal Kurang dari dua minggu setelah dinobatkan sebagai pria tertua

Tayang:
Editor:
www.guinnessworldrecords.com
Chitetsu Watanabe muda (kiri) dan saat usianya 112 tahun (kanan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Pria tertua di dunia Chitetsu Watanabe meninggal dunia di usia 112 tahun.

Ia meninggal Kurang dari dua minggu setelah dinobatkan sebagai pria tertua di dunia oleh Guinness World Record.

Chitetsu Watanabe menghembuskan napas terakhir di tempat asalnya Niigata, bagian utara Jepang pada Minggu (23/2/2020) waktu setempat.

Ia dinobatkan sebagai pria tertua di dunia oleh Guinness World Record dengan usia 112 tahun dan 344 hari.

Perayaan penyerahan sertifikat rekor ini diadakan pada 12 Februari lalu.

Acara itu diadakan di panti jompo tempat Watanabe tinggal.

Dia membagikan rahasianya agar bisa panjang umur, yaitu dengan menghindari kemarahan dan banyak tersenyum.

Prisipnya itu dibenarkan oleh menantunya, Yoko Watanabe.

"Aku hidupnya bersamanya selama lebih dari 50 tahun, dan aku tidak pernah melihatnya meninggikan nada bicara atau marah," kata Yoko, dikutip Tribunjogja.com dari laman Washington Post, Kamis (27/2/2020).

Chitetsu Watanabe.
Chitetsu Watanabe. ((www.unilad.co.uk))

Dia menambahkan, "Dia penyayang. Ketika aku sedang melakukan hobi menjahit kain perca, dia adalah satu-satunya orang yang paling sering memuji karyaku. Aku rasa hidup dengan keluarga besar di satu atap, bergabung dengan cucu dan cicitnya membantunya tertawa juga."

Chitetsu Watanabe adalah anak pertama dari delapan bersaudara. Ia lahir pada 5 Maret 1907.

Setelah selesai sekolah, ia pindah ke Taiwan untuk bekerja di kebun tebu. Ia kemudian bertemu dengan istrinya, Mitsue dan menikah lalu memiliki lima anak.

Watanabe pernah bergabung dengan militer, tapi hasratnya tetap di bidang pertanian.

Ia membuat dan menjalankan perkebunan keluarga kecil yang menanam buah dan sayuran hingga usianya 104 tahun.

Ia juga aktif membuat dan memamerkan Bonsai khas Jepang saat usia sudah 100an tahun.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved