Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Virus Corona WHO

WHO Nyatakan Waktu Pencegahan Wabah Virus Corona di Dunia Hampir Habis: Kita Akan Kacau

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para pewarta di sebuah konferensi pers Jenewa, Swiss.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. 

"Tidak hanya itu, ada kasus infeksi virus corona yang terkait dengan Iran saat ini di Lebanon... dan titik-titik kasus ini benar-benar sangat mengkhawatirkan," pungkasnya.

Sementara, seorang epidemiologis di University of Bern di Swiss, Nicola Low mengatakan, Iran merupakan negara yang tidak masuk daftar lokasi yang diduga dapat terinfeksi virus corona.

Melalui akun Twitternya, Nicola Low menyampaikan bahwa berdasarkan model matematika, risiko relatif Iran 'mengimpor' infeksi virus corona sangat rendah.

Sementara itu, di Korea Selatan, ada lebih dari 200 orang yang terinfeksi COVID-19.

Tingkat sulfur dioksida (SO2) di Kota Wuhan pada hari itu sangat tinggi, berada di angka 1.350 ug/m3, sementara menurut WHO di konsentrasi SO2 tidak boleh melebihi 500 ug/m3.
Tingkat sulfur dioksida (SO2) di Kota Wuhan pada hari itu sangat tinggi, berada di angka 1.350 ug/m3, sementara menurut WHO di konsentrasi SO2 tidak boleh melebihi 500 ug/m3. (WINDY.COM VIA DAILYMAIL Foto satelit menunjukkan Kota Wuhan pada 9 Februari 2020.)

Ini merupakan angka kasus virus corona tertinggi yang terjadi di luar wilayah China, kecuali di kapal pesiar Diamond Princess di mana ada lebih dari 620 orang yang terinfeksi selama masa karantina.

Banyak kasus infeksi virus corona di Korea Selatan terkait dengan sebuah gereja besar Korea, menurut laporan Wall Street.

Ini menjadi pengingat bahwa virus tersebut sangat mudah menular melalui kontak yang berdekatan antar-manusia, ketika titik-titik kecil cairan tubuh yang mengandung virus keluar saat batuk maupun bersin.

Ada beberapa hal yang bisa mencegah penularan virus corona jenis baru.

Yakni, mencuci tangan dengan cermat selama 20 detik dengan air sabun.

Tindakan tersebut juga harus disertai langkah menjaga kebersihan lainnya.

Yakni, tidak menyentuh wajah dengan tangan, dan menutup mulut saat batuk maupun bersin.

Nenek tewas ditusuk rebutan cairan pencegah virus Corona yang tersisa 1 botol, bocah jadi korban
Nenek tewas ditusuk rebutan cairan pencegah virus Corona yang tersisa 1 botol, bocah jadi korban (Twitter/habsburg334)

Hingga artikel ini ditulis pada Sabtu (22/2/2020), sudah tiga minggu sejak WHO memberlakukan status darurat kesehatan global terkait virus corona.

Pemberlakuan status tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi dan persiapan internasional dalam menghadapi virus corona COVID-19.

"Kami meminta semua negara di dunia terus berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah pencegahan penularan virus corona, sembari melakukan persiapan terhadap adanya penularan di tengah masyarakat," kata Tedros.

"Jika itu terjadi, kita tidak boleh melihat ke masa lalu dan menyesali kegagalan dalam memanfaatkan jendela kesempatan melakukan pencegahan virus corona yang kita punya saat ini," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved