Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Virus Corona WHO

WHO Nyatakan Waktu Pencegahan Wabah Virus Corona di Dunia Hampir Habis: Kita Akan Kacau

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para pewarta di sebuah konferensi pers Jenewa, Swiss.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 mulai memasuki tahap yang mengkhawatirkan.  

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah memberi peringatan, waktu untuk mencegah penyebaran virus corona ke seluruh dunia hampir habis.   

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para pewarta di sebuah konferensi pers di Jenewa, Swiss pada Jumat (21/2/2020).

"Jendela kesempatan untuk mencegah penyebaran wabah agar tidak semakin meluas kini semakin menyempit," kata Tedros, sebagaimana dikutip TribunPalu.com dari laman Business Insider.

"Kita memang masih punya kesempatan untuk mencegahnya. Namun sembari melakukan itu, di waktu yang sama kita juga harus bersiap terhadap semua kemungkinan. Sebab, wabah ini bisa mengarah ke mana saja. Tentu itu kemungkinan juga bisa jadi begitu kacau," lanjutnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. -
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. - (drtedros.com via uicc.org)

Kini, sudah ada lebih dari 1.000 orang yang mengalami sakit yang menyerupai pneumonia tersebut di luar wilayah China.

Menurut Tedros, beberapa kasus infeksi baru bahkan terindikasi 'tidak memiliki kaitan langsung' dengan Provinsi Hubei di China di mana wilayah tersebut diduga kuat sebagai awal mula kemunculan virus corona jenis baru atau COVID-19.

Itu adalah pertanda awal yang sangat mengkhawatirkan, Tedros menegaskan.

Kemungkinan, virus corona jenis baru ini bakal mulai menyebar begitu luas dan independen di luar China.

Setidaknya, sudah ada 12 orang yang tewas akibat infeksi virus corona di luar wilayah China.

Kasus virus corona COVID-19 pertama di luar China dilaporkan terjadi di Lebanon, negara ke-30 yang terinfeksi.

Namun, virus corona tersebut tidak menyebar dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China ke negara itu.

Tingkat sulfur dioksida (SO2) di Kota Wuhan pada hari itu sangat tinggi, berada di angka 1.350 ug/m3, sementara menurut WHO di konsentrasi SO2 tidak boleh melebihi 500 ug/m3.
Tingkat sulfur dioksida (SO2) di Kota Wuhan pada hari itu sangat tinggi, berada di angka 1.350 ug/m3, sementara menurut WHO di konsentrasi SO2 tidak boleh melebihi 500 ug/m3. (WINDY.COM VIA DAILYMAIL Foto satelit menunjukkan Kota Wuhan pada 9 Februari 2020.)

Rupanya, penyakit tersebut ditularkan oleh seseorang yang tiba ke Lebanon dengan menumpang sebuah penerbangan dari Iran.

Saat melalui pemeriksaan di bandara ketika pesawatnya sudah mendarat, orang tersebut menunjukkan gejala sakit mirip virus corona COVID-19.

"Dalam dua hari terakhir, Iran telah melaporkan adanya 18 kasus infeksi virus corona dan empat korban tewas," kata Tedros.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved