Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Obat Virus Corona Ditemukan, Seorang Kakek Membaik Setelah Pengobatan, Jadi Metode Paling Efektif

Hasil awal menunjukkan setidaknya memiliki beberapa manfaat pada pasien virus corona dengan pneumonia

Editor: Finneke Wolajan
Chinatopix via AP
Semua korban tewas akibat virus corona akhirnya semua dikremasi demi menghindari penyebaran penyakit. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para ahli kesehatan kesehatan China telah menemukan metode yang efektif untuk mengobati virus corona.

Dokter di China mengatakan obat antimalaria Chloroquine Phosphate ditemukan memiliki efek penyembuhan pada virus corona.

Wakil Direktur Biro Administrasi Medis Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Guo Yanhong menyebut, lebih dari 10.000 pasien telah dirawat dan dipulangkan dari rumah sakit.

Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak (via Kompas.com)

Dikutip dari reuters, obat anti-malaria Chloroquine Phosphate sedang diuji di 10 rumah sakit di China pada lebih dari 100 pasien.

Hasil awal menunjukkan setidaknya memiliki beberapa manfaat pada pasien dengan pneumonia.

Signifikan

Sejauh ini, 11 pasien dengan pneumonia berat telah menujukkan peningkatan yang signifikan dengan pengobatan, tanpa efek samping yang parah.

Wakil kepala Pusat Nasional Pengembangan Bioteknologi di bawah Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sun Yanrong mengatakan, ara ahli juga telah "dengan suara bulat" menyarankan Chloroquine.

Bahwa obat tersebut dimasukkan dalam versi berikutnya dari pedoman pengobatan dan diterapkan dalam uji klinis yang lebih luas sesegera mungkin.

Sun mengatakan, chloroquine telah digunakan selama lebih dari 70 tahun, dipilih dari puluhan ribu obat yang ada setelah beberapa kali skrining.

Virus Corona Ternyata Lebih Mudah Menyerang Pria Daripada Wanita, Mengapa?

Virus Corona di Korsel, Disebut Bersumber dari Pemimpin Sekte Sesat yang Ngaku Pakai Jubah Yesus

Harga Melonjak Naik Karena Virus Corona, Pabrik Ini Buat Masker dari Tisu Toilet untuk Raup Untung

Menurutnya, obat tersebut telah diuji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, serta di Provinsi Guangdong China selatan dan Provinsi Hunan di China tengah, dan telah menunjukkan hasil yang cukup baik.

Dalam uji coba, kelompok pasien yang telah diberi obat turun demamnya, peningkatan gambar CT paru-paru, persentase pasien yang menjadi negatif dalam tes asam nukleat virus dan waktu mereka perlu melakukannya.

"Pasien yang menggunakan obat juga membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk pulih," kata Sun seperti dikutip dari thestar.

Membaik

Sun memberi contoh seorang pasien berusia 54 tahun di Beijing, yang dirawat di rumah sakit empat hari setelah menunjukkan gejala virus corona.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved