Berita Bolsel
Tekan Angka Pasien Diare, Puskesmas Molibagu Siapkan Program Pojok Diare
Meninggalnya bocah 11 tahun asal Desa Linawan, membuat semua Puskesmas di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bergerak cepat
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Meninggalnya bocah 11 tahun asal Desa Linawan, membuat semua Puskesmas di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bergerak cepat.
Seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Molibagu, Kamis (20/2/2020) di beberapa desa.
Mereka mensosialisasikan terkait bahaya diare yang kian meningkat kasusnya.
Menurut Kepala Puskesmas Molibagu Monalisa Mokodompit di Desember 2019 Ada sebanyak 82 kasus dan pada Januari 2020 meningkat menjadi 92 kasus.
• Bayi Asal Linawan Terkena Muntaber, Lingkungan yang Kotor Dipicu Jadi Penyebab
Pihaknya juga menyiapkan program pojok diare.
Di pojok diare tersebut pihaknya memberikan arahan kepada pasien bagaimana cara membuat oralit untuk mencegah dehidrasi.
"Selain itu kami meminta masyarakat agar banyak mengkonsumsi air, karena saat diare banyak cairan yang akan keluar," ujarnya.
• Noah Tunjukkan Sikap Lain Saat Kunjungi Makam Ayahnya Ashraf Sinclair, Wajahnya Kini Ceria
Ia juga menghimbau agar masyarakat segera datang berobat bilamana mulai merasakan diare.
"Ciri-ciri awalnya adalah seseorang akan lebih banyak buang air. Jadi bila sudah merasa seperti ini, silahkan datang langsung ke Puskesmas, jangan ditunda," ungkapnya.
Untuk menekan angka pasien diare, pihak puskesmas Molibagu selalu melakukan puskesmas keliling, dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala- gejala diare. (Nie)
• Reaksi SBY saat Lihat Video Tik Tok AHY, Awalnya Ekspres Datar Lalu Tertawa Gara-gara Hal Ini