Breaking News
Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Setelah Thailand Berhasil, Jepang Uji Coba Obat HIV ke Pasien yang Tertular Virus Corona

Jepang menyatakan keputusa pemerintah akan menguji coba obat HIV untuk mengobati orang yang terjangkit virus corona, pada Selasa

Editor:
Grid.id/Google Tangani virus Corona dengan obat anti HIV/AIDS.
Lopinavir dan Ritonavir merupakan antiretroviral yang berfungsi menghambat kemampuan HIV untuk berikatan dengan sel yang sehat dan bereproduksi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perang melawan virus corona masih berlanjut, sampai saat ini masih banyak negara yang terus berusahan untuk menghentikan penyebaran virus corona. 

Jepang menyatakan keputusa pemerintah akan menguji coba obat HIV untuk mengobati orang yang terjangkit virus corona, pada Selasa.

Sebabnya, sudah banyak yang terinfeksi sampai saat ini,  jumlah infeksi di Negeri Matahari Terbit ini sudah menyentuh angka 520.

Sebanyak 454 kasus yang berasal dari kapal pesiar Diamond Princess, yang sudah berlabuh di Yokohama.

Sejauh ini, sudah ada satu orang Jepang yang meninggal akibat virus mematikan ini.

Pertambahan kasus ini, mengkhawatirkan pemerintah karena berimbas pada kesehatan masyarakat dan perekonomian negara.

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga menyebutkan upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menangani pasien COVID-19 ini.

"Saat ini (pemerintah) sedang melakukan persiapan,"

"Sehingga uji klinis menggunakan obat HIV pada pasien virus corona bisa dimulai sesegera mungkin," jelas Suga.

Jumlah kasus virus corona saat ini
Jumlah kasus virus corona saat ini ((http://ksp.go.id/waspada-corona/))

Saat disinggung tentang berapa lama ide penggunaan obat itu disetujui, dia enggan berkomentar banyak.

Para dokter di Thailand menyebut, Jepang tampaknya berhasil mengembangkan obat untuk virus corona ini.

Jepang menggunakan, kombinasi obat influenza dan antivirus HIV lopinavir dan ritonavir.

Dilansir Guardian dari Japan's Nikkei Asia Review, Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan, dokter di Thailand, juga pernah menggunakan kombinasi lopinavir-ritonavir dengan obat flu oseltamivir yang biasa dikenal Tamiflu.

Campuran obat-obatan ini, digunakan mereka untuk mengobati pasien virus corona yang berusia 70an.

Kondisi pasien wanita itu terus menurun sejak 10 hari dia didiagnosa positif corona.

Namun, dia bisa pulih dalam waktu 48 jam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved