Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menkes Terawan Terhina Disebut Tak Bisa Deteksi Virus Corona, Professor Harvard Bongkar Risetnya

Ahli epidemiologi dari Harvard, Professor Marc Lipsitch akhirnya buka suara soal hasil penelitiannya yang menyebut Indonesia belum mampu

Editor: Aldi Ponge
Kolase Foto:Youtube channel Nadhira Afifa/TRIBUNNEWS/APFIA
Professor Marc Lipsitch dan Menkes Terawan Agus Putranto 

Diwartakan sebelumnya, Terawan sempat mempersilakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melihat proses pengecekan yang dilakukan di Indonesia dengan alat yang mereka miliki.

"Kita terbuka kok, enggak ada yang ditutup-tutupi. Tapi kalau disuruh compare ke negara lain itu namanya ada MTA, material transfer agreement-nya. Tidak boleh material itu dibawa keluar, ada perjanjian luarnya," tutur Terawan.

Mengetahui respon Terawan, Marc Lipsitch pun kembali memberikan penjelasan.

"Kami tidak pernah bermaksud mengatakan bahwa Indonesia sedang menutup-nutupi suatu hal. Dari apa yang saya baca di media, test kit belum sampai di Indonesia hingga akhir periode penelitian kami,"

"Jika itu benar dan test kit adalah satu-satunya alat uji Indonesia, maka ini bukan bentuk menutup-nutupi, melainkan kurangnya alat uji," kata Marc Lipsitch.

Peneliti Bocorkan Rahasia Orang Indonesia

Peneliti Senior LBM Eijman Prof.David Muljono mengatakan hal itu tidak ada kaitannya dengan nol kasus virus corona.

"Engga bisa dijelaskan, sampai sekarang karena belum ada kaitannya," kata David dalam acara Menyikapi Virus Corona 2019-nCoV:Dari Lembaga Eijkman untuk Indonesia.

Namun, david membocorkan bahwa kondisi cuaca dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan memicu penyakit tertentu.

Misalnya dalam kondisi musim dingin seseorang akan rentan terkena penyakit.

Sementara Indonesia dan negara tetangga lain secara geografis memiliki kondisi cuaca dan iklim yang relatif sama.

David menyebut kebiasaan beraktivitas di alam terbuka terutama yang masih asri bisa meningkatkan kondisi fisik dan mental.

Terutama dalam mencegah penyakit tertentu, bagaimanapun juga sinar matahari terbukti baik bagi tubuh karene memberi nutrisi seperti vitamin D dan E.

Virus corona hidup dan aktif ketika masih berada di sel inangnya. Namun, ketika diluar sel inang atau suhu normal lebih dari lima jam virus itu akan mati.

Negara Tetangga Dibuat Keheranan

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved