Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menkes Terawan Terhina Disebut Tak Bisa Deteksi Virus Corona, Professor Harvard Bongkar Risetnya

Ahli epidemiologi dari Harvard, Professor Marc Lipsitch akhirnya buka suara soal hasil penelitiannya yang menyebut Indonesia belum mampu

Editor: Aldi Ponge
Kolase Foto:Youtube channel Nadhira Afifa/TRIBUNNEWS/APFIA
Professor Marc Lipsitch dan Menkes Terawan Agus Putranto 

Sehingga didapatkan hasil bahwa ada sekitar 14 pengunjung yang merupakan warga Wuhan perharinya di suatu negara.

"Untuk itu kami menghitung hubungan statistik antara jumlah pengunjung ke sebuah negara dengan jumlah kasus yang terjadi. Sehingga didapatkan rata-rata secara internasional yakni adanya sekitar 14 pengunjung/hari. Diasosiasikan dengan munculnya 1 kasus terdeteksi yang kami pantau selama periode penelitian kami," kata Marc Lipsitch.

Bersandar pada formulasi tersebut, Marc Lipsitch lantas membuat kesimpulan bahwa di Indonesia seharusnya sudah memiliki kasus virus corona.

Namun hingga saat ini, Indonesia nyatanya belum mengumumkan satupun kasus akibat virus corona.

"Dengan standar tersebut, Indonesia dapat diduga sudah memiliki lima kasus, sementara nyatanya Indonesia tidak memiliki kasus," ucapnya.

Membandingkan dengan hal tersebut, Marc Lipsitch lantas membandingkan beberapa negara dengan Singapura.

Dengan sistem pendeteksi yang canggih, Singapura nyatanya sudah banyak mendeteksi beberapa warganya yang terjangkit virus corona.

"Bahkan Singapura yang memiliki frekuensi deteksi paling tinggi dibanding negara lain, mengingat banyaknya jumlah pengunjung yang mereka miliki, nyatanya Singapura mendeteksi lebih banyak kasus dari yang kami duga," kata Marc Lipsitch.

Terkait kemunculan nama Indonesia, Marc Lipsitch mengaku tidak pernah memfokuskan satu negara untuk dijadikan riset terkait penyebaran virus corona

Sebab, Marc Lipsitch mengaku juga menggunakan beberapa negara seperti Thailand dan Singapura di dalam penelitiannya.

"Tentunya penelitian ini tidak sejak awal ditujukkan untuk Indonesia, hanya bagian dari penemuan dalam penelitian kami," pungkas Marc Lipsitch.

Karenanya, Marc Lipsitch pun mengaku bahwa ia tidak pernah bermaksud ingin menyerang negara manapun termasuk Indonesia.

Bahkan diakui Marc Lipsitch, ia siap membantu jika memang dibutuhkan terkait riset virus corona.

"Kami bermaksud konstruktif. Saya terbuka dan dengan senang hati ingin membantu. Tentunya saya tidak bermaksud menyerang negara manapun," imbuh Marc Lipsitch.

Tak hanya itu, Marc Lipsitch juga mengurai jawabannya soal respon keras Terawan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved