Kunjungan Kerja Banggar DPR RI

Wagub ‘Curhat’ Kendala KEK Bitung ke Ibas

Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden ke VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin kompatriotnya di Badan Anggaran

Wagub ‘Curhat’ Kendala  KEK Bitung ke Ibas
Istimewa
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dan Ir Maurits Mantiri Wakil Wali Kota Bitung dampingi rombongan Badan Banggar (Banggar) DPR RI, dipimpin Edhie Baskoro Yudhoyono putra Presiden RI ke VI di Lokasi KEK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden ke VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin kompatriotnya di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI melakukan lawatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Bitung, Kamis (13/2/2020).

Harun Masiku Menyerahlah: KPK Persilakan Masyarakat Doa Bersama

Ibas begitu dia disapa, menggunakan kemeja batik begitu tiba di kantor administrator KEK di Kelurahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari mendapat pengalungan kain Batik Bitung. Ia bersama rombongan melangsungkan pertemuan di Ruang Rapat Lantai 1.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekprov Sulut Edwin Silangan, Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemprov Sulut, jajaran BUMD Membangun Sulut Hebat (MSH) dan jajaran Kantor Adminstrator KEK menerima kunjungan Ibas.

Wagub menyampaikan dan memaparkan kondisi KEK di Bitung. "Sudah ada puluhan investor yang siap berinvestasi di KEK Bitung. Tapi memang ada kendala, yang sedang kami carikan jalan keluar," kata Wagub di hadapan rombongan Banggar.

10 Tanda Orang Doyan Main Playing Victim, Apakah Kamu Termasuk?

Kata Wagub, kendala seperti pembebasan lahan, permasalahan regulasi, perizinan ekspor yang menjadi kewenangan pusat. Tidak kalah pentingnya, kata Wagub, terkait kepastian hukum. Bagi Gubernur Olly Dondokambey, ada point of no return. "Kami harap Banggar DPR RI bisa memperjuangkan ke pemerintah pusat," tambahnya.

Edhie Baskoro Yudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono (Tribun manado / Christian Wayongkere)

Maurits saat diwawancarai mengatakan, pembicaraan Pemprov Sulut, Pemkot Bitung dengan Banggar DPR RI tentang KEK. Menurut Maurits, KEK Bitung perlu ada daya tarik, kemudian masalah pertanahan harus dicari ketepatan dalam melangkah. Investor KEK butuh kepastian dalam terjemahan yang jelas jangan salah, apa yang dianggap pasti tapi tidak pasti.

"Harus ada kesamaan persepsi, tentang masalah pertanahan perlu diangap sebagai langkah prioritas. Bisa saja regulasi benar, tapi cara penyampaiannya itu salah ini contoh kecil," urai Mantiri.

Persoalan lainnya, sektor perikanan yang sudah eksistensi sekarang menjadi pembanding sejauh mana mereka recovery. Kalau belum bisa recovery pasca Peraturan Menteri Susi Pudjiastuti mulai 'longgar', namun belum bisa kembali normal. Perlu dipikirkan, jangan sampai armada penangkapan masih kurang, suplai dalam negeri dan perusahan lokal tidak tercukupkan.

Andrei-Icad Punya 50 Ribu Suara di Manado, AHY Restui MOR-Kristo

"Makanya kami sedikit sampaikan ini ke Banggar, cari cara baru, langkah yang tepat agar ikan datang ke Bitung. Terkait harga soal keputusan bisnis, jangan disentil-sentil lagi masalah harga, ikan mahal itu biasa karena harga ikan platformnya global harga di Bitung maupun di luar negeri," kata dia. (crz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved