Pilkada Manado

Pilkada Manado 2020, Partai Politik Masih Tes Reaksi Pemilih

Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut menilai, di antara beberapa Pilkada di Sulut tahun 2020 dapat dikatakan Pilkada Manado

Pilkada Manado 2020, Partai Politik Masih Tes Reaksi Pemilih
Istimewa
Taufik Tumbelaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut menilai, di antara beberapa Pilkada di Sulut tahun 2020 dapat dikatakan Pilkada Manado menjadi hajatan politik sangat menarik. Persaingan ketat antar kekuatan politik yang ada.

Dapat dikatakan dalam menghadapi Pilkada Manado semua partai politik (parpol) saling intip dan saling tunggu (wait and see), kemungkinan-kemungkinan pergerakan lawan politil dengan kalkulasi yang terasa hati-hati sehingga sampai saat ini semua parpol belum dengan pasti atau mengirim signal kuat kepada masyarakat terkait siapa pasangan kandidat yang akan diusung.

Kota Manado yang secara administratif telah masuk kota besar, secara sosiologi mememiliki gabungan sosiologi masyarakat kota (somako) dengan campuran sosiologi masyarakat desa (somade).

Peluang ODSK di Pilgub 2020, Taufik Tumbelaka : Ingin Ada Kesinambungan Pembangunan yang Tegas

Berdasarkan itu maka masyarakat Manado yang heterogen secara politik memiliki perilaku pemilih campuran yang menonjol secara umum yaitu pendekatan sosiologikal atau biasa disebut The Columbia Study dan pendekatan psikologikal atau biasa disebut Michigan Model, dan ada pula sebagian kecil pendekatan pilihan rasional (Rational Choice).

Pada masa pasanganJimmy Rimba Rogi (Imba) dan Abdi Buchari unggul dalam Pilkada Manado beberapa dekade lalu, mereka melakukan strategi politik harmoni dengan memadukan figur dengan munculnya Sang Wakil Wali Kota yang merepresentasikan kaum Muslim sehingga terlihat sesuai dengan perilaku pemilih kota Manado.

Pola pilihan politik harmoni pasangan kandidat Imba - Abdi nampaknya akan menarik sejumlah kekuatan politik untuk diterapkan dalam Pilkada Manado tahun 2020.

Indonesia Diremehkan Tak Mampu Deteksi Virus Corona, Menteri Terawan Tersinggung

Di tengah politik saling intip dan saling tunggu, beberapa kekuatan politik mulai lempar wacana bakal kandidatnya seperti PDI Perjuangan melempar nama Andrei Angouw (AA), lalu Partai Demokrat (PD) melempar wacana Mor Bastian dan juga Kristo Lumentut.

Pelemparan wacana AA sebagai bakal kandidat Wali Kota Manado versi PDI Perjuang adalah sesuatu yang wajar dikarenakan AA, dalam perolehan suara pada saat pemilu legislatif daerah pemilihan Manado AA meraih kenaikan suara sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya serta AA tampil sebagai peraih suara terbanyak.

Sedangka wacana Mor Bastian dan Kristo Lumentut nampaknya bagian dari representasi kekuatan PD Manado pada saat memenangkan Pilkada lalu dan pemunculan wacana ini berupaya menarik para pemilih setia Vicky Lumentut (GSVL) - Mor Bastian yang lalu berhasil mengungguli para kandidat lain.

Terlepas dari semua itu, pemunculan sejumlah nama figur oleh beberapa parpol yang dianggap kuat nampaknya masih bagian dari "tes reaksi pasar"dengan upaya melihat perkembangan dinamika serta konstelasi politik. (ryo)

Meriah, Kejati Sulut Gelar Family Gathering, Ini Harapan Kajati

Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved