Virus Corona
Angka Kematian Akibat Virus Corona Capai 1.300 Orang, Begini Cara Pemakaman Jenazah Korban di China
Kematian akibat virus korona yang kini bernama resmi Covid-19 tembus lebih dari 1.300 orang. Bagaimana otoritas China mengatur terkait pemakaman?
Direktur Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura Kenneth Mak mengatakan tiga kasus baru terkaitCOVID-19 atau virus corona telah teridentifikasi di Singapura, Rabu (12/2/2020) kemarin.
Dilansir Channel News Asia pada Kamis (13/2/2020), dua orang yang terinfeksi berasal dari gereja 'Grace Assembly of God'.
Dua pasien pria berusia 34 dan 46 tahun itu disebut mengunjungi gereja 'Grace Assembly of God' di Tanglin dan Bukit Batok.
Melalui laman Facebook, gereja tersebut mengatakan akan menghentikan segala pelayanan dan aktivitas gereja untuk dua minggu ke depan.
Sementara itu, satu orang lainnya yang terinfeksi virus corona adalah karyawan pria DBS Bank di Marina Bay Financial Centre yang berusia 62 tahun.
Ketiga orang yang terkonfirmasi positif virus corona tersebut semuanya adalah warga negara Singapura dan diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.
Dengan tiga kasus baru ini, kini Singapura telah mengkonfirmasi 50 kasus di negaranya.
Kasus ke-48
Pria berusia 34 tahun yang tinggal di Bukit Batok dan bekerja di gereja 'Grace Assembly of God', dilaporkan menunjukkan gejala virus corona pada 1 Februari 2020.
Dia mendapatkan perawatan di empat klinik privat lebih dari satu minggu.
Sebelum dirawat di NCID, dia sempat mengunjungi pusat perbelanjaan Plaza Singapura dan Fusionopolis di One North.
Kasus ke-49
Pria berusia 46 tahun yang juga bekerja di gereja 'Grace Assembly of God' menunjukkan gejala virus corona pada 3 Februari 2020.
Dia baru dirawat lima hari kemudian.
Pada hari itu juga, dia pergi ke departemen darurat di National University Hospital (NUH) dan telah dipulangkan.