Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Dampak Virus Corona: 60 hingga 70 Orang Meninggal Dunia Setiap Harinya, Dikonfirmasi dari 28 Negara

Jumlah warga di China yang positif terinfeksi virus tersebut juga melonjak menjadi 31.493 orang.

Editor: Frandi Piring
Mirror.co.id, Daily Mirror
Korban meninggal virus corona bertambah, petugas kremarti kelelahan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jumlah kematian akibat virus corona di China semakin bertambah tiap harinya.

Otoritas Provinsi Hubei melaporkan 70 kasus kematian baru sehingga total menjadi 638 orang meninggal.

Jumlah warga di China yang positif terinfeksi virus tersebut juga melonjak menjadi 31.493 orang.

Sementara di luar China, kasus virus corona mencapai 220 orang terinfeksi.

Laporan terbaru itu berdasarkan data yang dipublikasikan pada https://www.worldometers.info/ Coronavirus Death Toll and Trends pada Jumat kemarin.

Masker dalam jumlah banyak dibeli warga dari sebuah apotek di daerah Akihabara Tokyo, Jepang, Senin (27/01/2020).
Masker dalam jumlah banyak dibeli warga dari sebuah apotek di daerah Akihabara Tokyo, Jepang, Senin (27/01/2020). (AFP/CHARLY TRIBALLEAU via KOMPAS.com)

Namun, CGTN melaporkan sudah ada lebih dari 1.540 pasien terinfeksi virus corona dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan.

Pada 6 Februari lalu, tercatat jumlah pasien meninggal akibat virus corona mencapai 565 orang.

Sedangkan, pada 5 Februari lalu tercatat 492 orang meninggal akibat virus ini.

Artinya, sebanyak 60 hingga 70 orang meninggal setiap harinya akibat terinfeksi virus mematikan ini.

Selain itu, penyebaran virus corona dari China terus dikonfirmasi 28 negara di dunia.

The Guardian melansir, pemerintah Inggris juga telah melaporkan orang ketiga yang positif terinfeksi virus corona.

Seorang pria paruh baya terinfeksi virus corona baru ini setelah melakukan perjalanan dari Singapura. Dugaan terinfeksi virus tersebut pada Kamis (6/2/2020) waktu setempat.

Pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong, Anas Setya, Kamis, 6 Februari 2020 melalui akun facebook-nya membagikan foto warga Hong Kong panik mengantre masker di sejumlah toko karena dilanda isu akan ada kebijakan karantina terkait penyebaran virus corona di Hong Kong.
Pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong, Anas Setya, Kamis, 6 Februari 2020 melalui akun facebook-nya membagikan foto warga Hong Kong panik mengantre masker di sejumlah toko karena dilanda isu akan ada kebijakan karantina terkait penyebaran virus corona di Hong Kong. (FB ANAS SETYA)

Para pejabat di Inggris kemudian menyarankan agar dokter dan tim medis di negara tersebut untuk siaga terhadap virus corona.

Sebab, dimungkinkan sejumlah orang yang kembali dari perjalanan dari sejumlah negara, dapat berisiko terinfeksi atau membawa virus corona dari China.

Singapura dan Taiwan juga mengonfirmasi adanya kasus baru virus corona pada Kamis (6/2/2020). Tiga kasus virus corona baru dilaporkan Taiwan, seperti melansir dari CNN.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved