Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tetty-GSVL-VAP-Elly Berebut Restu Surya Paloh

Partai Nasdem segera mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara 2020.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Instagram Christiany Eugenia Paruntu
Christiany Eugenia Paruntu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Partai Nasdem segera mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara 2020. Sejumlah figur internal partai maupun eksternal bersaing berebut restu dari sang Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Johny Plate.

Bakal calon dari internal ada Ketua DPC Nadem Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) yang juga Wali Kota Manado, Bupati Kepulauan Talaud terpilih Elly Lasut dan Ketua DPC Nasdem Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan yang juga Bupati Minut. Kemudian bakal calon eksternal yang menguat adalah Ketua DPD Partai Golkar Sulut Christiany Tetty Paruntu.

Prabowo Tugasi BIN Teliti 600 Eks Milisi ISIS

Bila ingin diusung Nasdem maka calon harus mengantongi surat keputusan yang diteken Ketum Surya Paloh dan Sekjen Johny Plate.

Belakangan berhembus kabar SK pengusungan calon sudah keluar, tapi itu buru dibantah DPD Nasdem Sulut. VAP satu di antara calon yang berpeluang. Ia cukup agresif turun ke masyarakat, tempat favoritnya pasar dan pusat keramaian.

Baliho VAP juga banyak dipasang di titik strategis Provinsi Sulut. Ketika dikonfirmasi soal SK Nasdem, VAP enggan menjawab tegas. "Biar nanti Tuhan yang tentukan," ujar VAP di Lobi Kantor BPK RI Perwakilan Sulut, Rabu (5/2/2020).

Berikutnya jagoan Nasdem, GSVL. Meski tak seagrasif VAP soal urusan baliho, nyatanya alat peraga kampanye GSVL sudah muncul di mana-mana. Figur lainnya, Elly Lasut. Ia masih berkutat dengan persoalan tari ulur pelantikannya sebagai bupati setelah menang Pilkada Talaud. Nasibnya di tangan Kementerian Dalam Negeri.

Deklarasi Laskar GSVL Sulut
Deklarasi Laskar GSVL Sulut (Istimewa)

Elly juga didera kendala terkait isu eks narapidana korupsi yang harus 'parkir' 5 tahun dulu usai bebas sebelum kembali maju pilkada. Ini buntut keputusan baru Mahkamah Konstitusi (MK) yang dituangkan dalam peraturan KPU. Tiga nama di atas merupakan figur Nasdem yang menguncar posisi ‘papan 1' atau cagub.

Ada lagi figur eksternal yang masuk dalam persaingan. Bupati Minahasa Selatan CEP misalnya. Ketua DPD I Golkar Sulut ini menawarkan koalisi dengan Nasdem untuk mengusungnya. Selain CEP ada juga politisi Golkar, Stevanus Vreeke Runtu yang juga mendaftar di Nasdem. Terakhir, Siswa Rahmat Mokodongan (SRM) yang mengincar posisi ‘papan 2' atau cawagub.

Dinkes Sulut: Penanganan DBD Harus Disertai Kesadaran Masyarakat

SRM mengaku hanya mendaftar di Nasdem untuk posisi Cawagub Sulut. Soal peluangnya, SRM menyerahkan sepenuhnya ke partai. "Kita menanti keputusan DPP Nasdem," ujar mantan Sekprov Sulut ini.

Pemprov Putuskan Tak akan Lantik  Bupati Talaud Terpilih, Ini Respon Elly Lasut
Pemprov Putuskan Tak akan Lantik  Bupati Talaud Terpilih, Ini Respon Elly Lasut (tribun manado)

Sekretaris Tim Penjaringan Cagub/Cawagub Partai Nasdem, Edwin Assa mengatakan, nama-nama calon yang mendaftar sudah diajukan ke DPP Nasdem. "Nanti berproses di DPP," kata dia. Metode yang digunakan dalam prosesnya yakni survei kandidat. "Masih survei semua yang mendaftar," ujarnya.

Setelah ini, kata Assa, akan ada keputusan DPP, siapa figur diusung. "Semua menunggu, DPP yang menentukan, semua tegak lurus ke atas," ujar dia.

Komando Pemenangan Wilayah Sulut Partai Nasdem, Felly Runtuwene mengatakan, semua calon yang mendaftar diajukan ke DPP.

Nanti ada survei calon, akan diambil 3 besar. Lanjut tahap berikut, meski survei tinggi tapi, kata Felly, bisa diusung, bisa juga tidak. "Ada banyak faktor dipertimbangkan," katanya. Misalnya kesiapan diri, keluarga, termasuk terpenting finansial. "Semua diperhitungkan. Jadi survei hanya salah satu acuan," ujar mantan Anggota DPR RI ini.

IAD Sulut Bersama Guru-guru dan Anak-Anak TK Adhyaksa VIII Kunjungi Kejati

Khusus kemampuan finansial, Felly mengatakan, tak bisa diabaikan. Nasdem selalu menekankan partai tanpa mahar. Finansial yang dimaksud di sini cost of politics yang akan digunakan calon kepala daerah. "Tak bisa dipungkiri sosialiasi perlu uang, saksi di tempat pemungutan suara (TPS) perlu dana, harus dibayar. Kerja pasti ada cost," kata dia. (ryo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved