Hukum

Pakar Hukum Pidana: Korban Eksibisionisme Harus Lapor Polisi Agar Pelaku Segera Ditangkap

Pakar hukum pidana mengungkapkan bahwa korban eksibisionisme sebaiknya melapor ke polisi agar pelaku bisa segera ditangkap.

Editor: Isvara Savitri
Tribun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi pelecehan seksual 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban tindakan pamer alat kelamin atau eksibisionisme disarankan melapor ke polisi agar pelaku dapat ditangkap.

Hal tersebut dikatakan oleh pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar.

Bila merujuk pada KUHP, eksibisionisme dapat dikategorikan sebagai pencabulan dan pelecehan seksual karena harus ada korbannya dan korban merasa tanpa persetujuan mengalami tindakan cabul tersebut. 

"Kalau dia (eksibisionis) melakukannya (pamer alat kelamin) sendirian tanpa ada orang kan tidak menjadi pidana," ujar Fickar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020) siang.

"Artinya, harus ada orang lain sebagai korbannya," ia menambahkan.

Pasal-pasal tentang kesusilaan dalam KUHP, kata Fickar, bersifat delik aduan.

Penuntutan hanya dapat dilakukan dengan pengaduan oleh "orang yang terhadap dirinya dilakukan kejahatan".

Maka, dalam kasus eksibisionis, pelaporan akan dianggap bahwa korban "terpaksa", dan polisi akan memprosesnya.

Tanpa laporan, merujuk pada pasal-pasal Pencabulan, korban dianggap "tidak terpaksa".

"Jadi, dalam kasus ini, polisi harus bergerak berdasarkan laporan polisi," kata Fickar.

Ia melanjutkan, memang ada beberapa ketentuan kasus pencabulan di mana polisi bisa langsung bergerak tanpa laporan, seperti pencabulan terhadap lawan jenis yang tak sadarkan diri atau terhadap anak-anak.

Namun, jika semua pihak yang terlibat dalam kasus eksibisionisme adalah orang dewasa, maka kasus itu bersifat delik aduan.

"Maksudnya begini, kalau korbannya itu merasa teraniaya, baru bisa (diproses)," ujar Fickar.

Dalam dua pekan terakhir, sekiranya tiga aksi eksibisionisme terjadi, semua pelaku merupakan laki-laki yang masturbasi depan umum.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved