Virus Corona

Seorang Mahasiswa Terjebak di Kota Wuhan, Hanya Berdiam di Rusun: Saya Tak Bisa Beli Air Minum

Sebelum kami diperbolehkan masuk ke hostel, mereka menunjuk dahi Anda, lalu mencatat suhu tubuh.

Seorang Mahasiswa Terjebak di Kota Wuhan, Hanya Berdiam di Rusun: Saya Tak Bisa Beli Air Minum
BBC INDONESIA/ JAN ROBERT R GO
Jan Robert R Go berasal dari Filipina, terjebak di dalam asramanya di Kota Wuhan 

Namun pihak universitas dan pemerintah setempat sangat baik. Mereka menjaga kami.

Otoritas kampus memeriksa suhu tubuh mahasiswa setiap hari dan membagikan masker wajah gratis. Mereka juga mempunyai fasilitas rumah sakit dan ambulans sendiri.

Kami disarankan mencuci tangan setiap jam, tidak makan di luar, dan mengenakan masker setiap keluar ruangan.

Kami semua bertahan di kamar dan hanya berkunjung ke kamar kawan-kawan terdekat.

Mahasiswi internasional yang telah tinggal di Wuhan selama enam tahun berbincang dengan BBC, tapi meminta identitasnya dirahasiakan

Saya tinggal di lingkungan kampus saat banyak warga kampus telah pulang ke daerah asal mereka masing-masing. Jadi suasana sangat sepi walau kondisi ini sebenarnya normal.

Namun mengetahui bahwa banyak tempat di luar kampus ditutup menunjukkan betapa serius penutupan kota ini.

Ini membuat saya merasa aman, tapi tidak ada yang tahu kapan situasi akan kembali normal.

Terkadang terlalu banyak informasi yang beredar karena kami memiliki grup di aplikasi pesan singkat.

Semua orang di grup itu mengunggah berita yang mereka baca di internet, jadi sulit mengetahui mana yang benar dan tidak benar.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved