Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemakzulan Trump

Sidang Berlangsung Sengit, Manajer Sidang Pemakzulan Ungkap Trump Menipu Agar Menang di Pilpres 2020

Pada sidang Senat AS yang berlangsung sengit, manajer sidang mengungkapkan bahwa Trump menipu agar menang kembali pada Pilpres 2020.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
thehill.com
Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada level Senat AS berlangsung sengit sejak Selasa (21/1/2020).

Ketua manajer yang ditunjuk DPR AS, Adam Schiff mengatakan bahwa Trump menipu agar bisa menang kembali pada Pilpres AS 2020 mendatang.

Dilaporkan The New York Times, Rabu (22/1/2020), Schiff membacakan argumentasi mengapa Trump layak dimakzulkan oleh Senat AS.

"Presiden Trump meminta negara asing mengintervensi proses pemilu kita yang demokratis, menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengamankan kemenangan di pilpres mendatang," dakwanya.

Ketua Komite Intelijen DPR AS itu melanjutkan, Trump menekan Ukraina menggunakan bantuan militer senilai 391 juta dollar AS, atau Rp 5,3 triliun.

Schiff mengklaim, presiden 73 tahun itu jelas menahan bantuan militer guna mendapatkan bantuan untuk periode keduanya.

"Dalam kata lain, ini sama saja dengan menipu," kecamnya.

Selain Schiff, enam manajer pemakzulan lain yang semuanya adalah anggota House of Representatives dari Partai Demokrat ikut mendakwa Trump.

Schiff, yang dikenal sebagai pengkritik keras presiden dari Partai Republik itu menghabiskan lebih dari empat jam membeberkan "dosa-dosa" sang presiden kenapa dia layak dimakzulkan.

“Jika Senat menolak menyatakan bersalah dan melengserkan Presiden Trump, perbuatan kriminalnya akan menjadi preseden buruk bagi presiden-presiden ke depannya yang dapat berbuat seenaknya tanpa akuntabilitas dan pengawasan dari Kongres serta aparat hukum.”

Politisi dari California itu pun mendesak Senat AS agar mengizinkan penambahan dokumen dari Gedung Putih, serta bukti dan saksi baru di sidang.

Sejauh ini, Senat yang dikuasai Republik dengan perbandingan 53 senator menolak mentah-mentah setiap usul yang diajukan Demokrat.

Sementara Gedung Putih beralasan, permintaan manajer pemakzulan dapat merusak hak kerahasiaan yang dimiliki Presiden AS.

Hadir dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump dilaporkan memecahkan rekor berkicaunya di Twitter dengan 142 twit dan ritwit dalam sehari, merespons orang yang membela dirinya.

Presiden ke-44 AS itu mengecam Schiff sebagai politisi korup yang membodohi rakyat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved