Breaking News:

Dunia Darurat Virus Corona: Cina Isolasi Kota Wuhan

Pemerintah Cina kini mengambil tindakan tegas pada penyebaran virus corona. Bahkan, tempat awal virus berasal, Kota Wuhan, diisolasi.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/1/2020). Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang yang terkena virus Korona (Koronavirus), pemeriksaan dilakukan bagi penumpang yang tiba dari China dimana virus tersebut sedang mewabah di negara tersebut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING – Pemerintah Cina kini mengambil tindakan tegas pada penyebaran virus corona. Bahkan, tempat awal virus berasal, Kota Wuhan, diisolasi. Pemerintah menangguhkan semua transportasi dari dan ke kota itu.

Jokowi Bela Prabowo Sering ke Luar Negeri

Bukan hanya bus dan kereta, penerbangan juga ditangguhkan di dan ke kota yang berpenduduk 11 juta orang itu. "Kecuali dengan alasan khusus," tulis AFP mengutip pejabat setempat, Kamis (23/1/2020).

Kota Wuhan berada di Provinsi Hubei, Cina. Kota ini merupakan salah satu area dengan penduduk terpadat di negara itu. Virus corona awalnya ditemukan di sebuah pasar ikan, yang menjual hewan liar secara ilegal. Kasus pertama terkonfirmasi Desember 2019.

Para peneliti menyebut virus corona mirip dengan Sever Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang sempat menyebar di 2002-2003. Kota Wuhan ditutup sejak pukul 02.00 waktu setempat. Media pemerintah mengatakan, langkah ini diharapkan akan efektif memotong penyebaran virus dan menyelamatkan masyarakat.

Perayaan Imlek di kota ini-pun dibatalkan. Bahkan tagar #Wuhan Tutup jadi trending di Weibo Cina.

Koloni Cina seperti Hong Kong dan Makau juga telah mengkonfirmasi ada penderita corona virus di negaranya. Kamis pagi, Hong Kong melaporkan satu penderita corona tewas di kota itu. Selain Cina, virus ini juga sudah menyebar di negara lain. Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand hingga Amerika Serikat.

Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) kini mengambil keputusan segera, apakah perlu menetapkan status ‘darurat global’. Rencananya keputusan diambil hari ini. Jika jawabannya adalah iya, maka ini menjadi darurat kesehatan internasional keenam yang dinyatakan dalam dekade terakhir ini.

"Keputusan yang diambil akan dengan sangat serius dengan pertimbangan yang tepat," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagaimana dilansir Reuters. "Ini adalah keputusan yang berkembang dan kompleks."

Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.
Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. (AFP/NOEL CELIS)

 

Berani Coba Kuliner Ekstrem Satu Ini? Ular Kobra Goreng Krispi di Pasar Lama Tangerang

Kementerian Kesehatan RI menyiapkan alat pendeteksi tubuh atau thermoscanner di akses pintu kedatangan untuk mengetahui kondisi tubuh seseorang yang baru saja tiba dari kunjungan luar negeri.

Hal itu menyusul merebaknya kasus gangguan pernapasan atau pneumonia yang diakibatkan novel Coronavirus (2019-nCoV) yang terjadi di Kota Wuhan sejak 31 Desember. Hingga kini dilaporkan sembilan orang telah meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

"Sebanyak 135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono seperti dilansir dari laman Setkab.go.id, Kamis (23/1/2020).

"Yang paling awal bisa dideteksi adalah dengan thermoscanner untuk mendeteksi suhu tubuh. Kalau ada orang dari luar negeri masuk ke Indonesia dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, maka posturnya terlihat berwarna merah pada thermoscanner," ujarnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Anas Maruf menyarankan agar masyarakat Indonesia di Wuhan menghindari wilayah yang diduga menjadi penyebaran penyakit nCoV.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan, pemerintah melalui Kemenkes sudah mengambil langkah preventif. " Menteri Kesehatan sudah mengambil langkah-langkah khususnya di airport, ada upaya preventif," kata Moeldoko di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin.

Berdasarkan laporan terakhir dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat ini, virus pemicu MERS dan SARS itu belum masuk ke Indonesia. Namun, masyarakat diminta waspada dan tetap menjaga kesehatannya masing-masing.

Karyawan di Gedung BRI Mendadak Bermasker

Data WHO, ada 218 pasien yang terjangkit virus ini. Ada pula dua orang Thailand, satu orang di Jepang, dan satu orang di Korea Selatan yang dilaporkan tertular. (Tribun/cnn/dtc/kps)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved