Jokowi Bela Prabowo Sering ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo menyempatkan hadir dalam rapat pimpinan tahunan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri tahun 2020

Jokowi Bela Prabowo Sering ke Luar Negeri
antara
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) dan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono berjalan menuju ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Rapim Kemhan, TNI dan Polri Tahun 2020 mengusung tema "Pertahanan Semesta Yang Kuat, Menjamin Kelangsungan Hidup NKRI". 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyempatkan hadir dalam rapat pimpinan tahunan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri tahun 2020, yang digelar di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Selain memberi arahan, Jokowi juga meninjau pameran industri alutsista swasta nasional yang digelar di sebelah lokasi rapim. ”Kehadiran Bapak Presiden sebagai panglima tertinggi TNI sungguh membangkitkan semangat moril dan kepercayaan diri seluruh komunitas pertahanan Indonesia dan pasti juga kepolisian negara Indonesia,: kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam sambutannya.

Semua Penerbangan AirAsia dari dan ke Wuhan China Dibatalkan, Diisolasi karena Virus Corona

Usai memberi arahan, Jokowi langsung menuju lokasi pameran. Namun belum sampai di lokasi, langkah orang nomor 1 di Indonesia itu terhenti di depan pesawat nirawak atau drone yang memiliki panjang 8,65 meter yang dipajang di luar lokasi rapim.

Didampingi Menhan Prabowo, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Jokowi sempat berhenti cukup lama di depan drone Elang Hitam itu. Jokowi tampak tertarik dan menanyakan drone itu pada petugas yang menjaga drone.

Dari spanduk penjelasan yang ditampilkan di hari sebelumnya, drone itu adalah UAV Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang dibuat dari hasil kerja sama sejumlah lembaga. Mulai dari Kemenhan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT LEN, PT Dirgantara Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hingga Institut Teknologi Bandung (ITB).

Drone tersebut mampu menjalankan operasi intelijen, pengamatan jarak dekat, akuisisi target, dan mampu dipersenjatai. Drone tersebut juga bisa dikendalikan sampai jarak 250 km (LOS) dengan ketinggian 3.000 sampai 5.000 km. Selain itu drone tersebut juga bisa dioperasikan sampai 30 jam dengan kecepatan hingga 235 km/jam.

Unit yang dilihat Jokowi adalah prototype. Tahun ini, dua prototype dibuat untuk tes terbang dan tes ketahanan struktur di BPPT. Pada tahun ini juga, Drone MALE ini juga akan didaftarkan untuk mendapat sertifikat produk militer.

Karyawan di Gedung BRI Mendadak Bermasker

Pembuatan drone ini diinisasi oleh Balitbang Kemenhan sejak 2015. Pada 2019, fase manufaktur baru dimulai. TNI telah sepakat menggunakan drone ini dalam operasi mereka, khususnya di bidang ketahanan udara. Drone ini lebih banyak memiliki fungsi sebagai pesawat intai.

Pengintaian udara dinilai semakin krusial, seiring dengan semakin banyak ancaman di wilayah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, dan pencurian sumber daya seperti penebangan liar dan pemancingan liar.

Jokowi sendiri sebelumnya dalam pengarahannya di acara Rapim Kemenhan sempat menyinggung soal perkembangan teknologi militer. Termasuk soal drone yang sudah memiliki daya rusak.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved