Waspada Polio dan Pneumonia Misterius, Otban VIII Manado Kumpul Stakeholder Bandara Samrat
"Langkah mitigasi sudah dilakukan--bahkan sejak tahun lalu--begita edaran dari pusat turun. Nah, tahun ini kita perketat," katanya.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Maickel Karundeng
"Unknown Pneumonia karena belum diketahui etiologianya, asalnya dari mana, penyebabnya dan lain-lain," ujar Patari.
Pihaknya juga menelusuri kota-kota yang selama ini memiliki koneksi penerbangan dengan Wuhan. Seluruh penumpang dari Tiongkok wajib diawasi.
Kata Patari, penyakit ini belum ada vaksinnya sehingga butuh kewaspadaan tinggi. Jangan sampai penyakit yang belum diketahui etiologinya ini dinyatakan sebagai penyakit baru di Sulut.
"Itu dampaknya besar. Bisa saja keluar travel warning yang dampaknya ke mana-mana, apalagi sektor pariwisata," jelasnya.
Edison menambahkan, rakor itu juga membahas terkait sarana dan prasarana penunjang pelayanan kepada penumpang penerbangan internasional di Bandara Samrat.
"Sesuai dengan slogan Ditjen Perhubungan Udara, Penerbangan Selamanya, selamat, aman dan nyaman," katanya.
Hadir dalam rakor ini Kepala Dishub Sulut, Dr Lynda Watania, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Arthur Mawikere serta perwakilan dari stakeholder terkait.
Mulai dari Kantor Bea Cukai, PT Angkasa Pura I, Airnav, Balai Karantina Pertanian, Lanud Sam Ratulangi, Polsek Bandara, BNNP Sulut, BP3TKI Manado, Lion Air, Garuda Indonesia, SilkAir, Gapura Angkasa dan Anggota komite lainnya. (ndo)
• PENGAKUAN Pria Jual Istri Masih Berusia 16 Tahun dan Hamil 4 Bulan untuk Layanan Ranjang Bertiga
Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rakor-fasilitasi-bandara-samrat-1.jpg)