Bisnis

OJK Sulutgomalut: Finance Bisa Eksekusi Objek Jaminan Fidusia, Pahami Dulu Sebelum Teken Kontrak

Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut) menegaskan, kendaraan bermotor ataupun barang yang merupakan objek jaminan fidusia

OJK Sulutgomalut: Finance Bisa Eksekusi Objek Jaminan Fidusia, Pahami Dulu Sebelum Teken Kontrak
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Suasana pelayanan di kantor OJK Sulutgomalut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut) menegaskan, kendaraan bermotor ataupun barang yang merupakan objek jaminan fidusia tetap bisa dieksekusi oleh penerima jaminan.

Dalam hal ini, yakni perusahaan pembiayaan (multifinance/leasing) sebagai pemberi kredit sekaligus penerima jaminan.

"Mana kala terjadi wanprestasi, konsumen tak memenuhi kewajiban, eksekusi bisa dilakukan," kata Kepala OJK Sulutgomalut Slamet Wibowo melalui Kabag Pengawasan EPK, IKNB dan Pasar Modal, Ahmad Husain, Kamis (16/01/2020).

Hal ini ditegaskan Ahmad menyusul keluarnya Putusan MK nomor 18 PJU-XVII/2019 terkait UU nomor 42 tahun 1999 tentang JF pasal 15 ayat (2) dan (3).

10 Bakal Calon Telah Mendaftar di PAN, Sekretaris Bapilu: Pleno Akan Dilaksanakan Sebelum Kongres

Kata dia, putusan itu secara spesifik mengatur hal mana ketika antara pihak kreditur dan debitur tak menemui kata sepakat soal frasa 'cidera janji' atau wanprestasi.

"Manakala terjadi perbedaan pendapat, debitur enggan menyerahkan sukarela objek jaminan fidusia maka butuh penetapan pengadilan," katanya.

Katanya, putusan itu  berlaku kredit yang tidak memiliki perjanjian cidera janji/wanprestasi atau debitur tidak secara sukarela menyerahkan objek jaminan fidusia.

Bawaslu Awasi Rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan

Sementara, kata Ahmad, perjanjian wanprestasi/cidera janji itu diatur (tertera) dalam kontrak kredit yang ditandatangani debitur ketika baru mengajukan kontrak.

"Dalam kontrak biasanya mengatur detil. Misalnya, kalau debitur menunggak, sebulan, dua bulan, bahkan lebih, ketentuannya A, B, C dan seterusnya. Termasuk di dalamnya objek jaminan fidusia bisa ditarik oleh debitur," katanya.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat yang akan jadi debitur atau penerima kredit pembiayaan untuk memahami dulu isi kontrak sebelum menandatanganinya.

All New Honda BeAT Makin Canggih Berkat Mesin dan Fitur Berteknologi Terkini

Finance juga diingatkan agar membuat kontrak yang mengatur detil perjanjian dan konsekuensinya yang mudah dipahami debitur.

Terkait penetapan pengadilan, ia bilang tak perlu persidangan. Hakim akan memanggil debitur dan kreditur lalu menetapkan apakah objek jaminan fidusia bisa dieksekusi. Bahkan,  bisa saja hakim meminta mediasi antara kedua pihak yang berakhir pada kesepakatan tertentu.(ndo)

Pengawas Gunung Soputan Keluarkan Larangan Aktivitas Radius 4 Kilometer dari Kawah

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved