Berita Bitung
Puluhan Pelajar di Kota Ini Berurusan dengan Polisi, Ini Penyebabnya
Puluhan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Bitung, Provinsi Sulut, harus berurusan dengan Polisi
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Bitung, Provinsi Sulut, harus berurusan dengan Polisi.
Mereka kedapatan berada di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung dan tidak tertib dalam bermotor di jalan.
Personel kepolisian gabungan dari Polsek Maesa dan Satlantas Polres Bitung turun ke sejumlah titik yang rawan dengan geliat para pelajar.
"Total ada 26 pelajar semuanya pria, enam diantaranya kami tilang kendaraan karena tidak pakai helm saat berkendara, ugal-ugalan dan motornya pakai knalpot racing," jelas AKP Anita Sitinjak Kasat Lantas Polres Bitung, Selasa (14/1/2020).
• Untuk Kesekian Kali Jalan 46 Buat Pengendara Tak Nyaman, Lomban dan Mantiri Tutup Mata?
Lanjut dia pelanggaran yang ditemukan dari 6 sepeda motor yang dikendarai oleh anak-anak sekolah saat jam pelajaran berlangsung, adalah tidak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan sah.
Untuk itulah sebagai efek jera pihak pihaknya melakukan upaya penyitaan sementara terhadap motor-motor tersebut, agar orangtua dari pengendara dapat proaktif memantau anak mereka.
"Untuk pihak sekolah kami harap dapat memperketat dan memberikan sanksi kepada siswa-siswa yang melakukan kegiatan tidak semestinya," tandasnya.
• Elly Lasut Minta Masyarakat Talaud Tenang, soal Pelantikan Dirinya: Saya Serahkan ke Mendagri
Para pelajar yang masih menggunakan seragam putih abu-abu ini, sebagian besar merupakan siswa di SMKN 1 dan SMKN 2 Bitung.
20 pemuda lainnya yang berhasil terjaring, langsung di gelandang menggunakan mobil patroli Polsek Maesa ke kantor Polsek.
Begitu turun dari mobil patroli, para pelajar ini di suruh jalan jongkok masuk ke halaman mapolsek.
Wakapolsek Maesan Iptu Rudolf Lumandung menambahkan, mereka kami amankan karena kedapatan berkeliaran saat sedang jam belajar.
• Pemilik Nomor Punggung 10 di PSMS Medan Berpindah ke Sulut United
Lokasinya di seputaran sekolah, mereka melakukan bolos hingga mengkonsumsi rokok.
"Saat diamankan ke polsek, kami memberikan pembinaan kepada mereka. Dan membuat surat pernyataan dengan orang tua serta pihak sekolah atas perbuatan mereka," jelas Lumandung.
Di tempat terpisah Meryati Taengetan Kepala SMKN 2 Bitung, tidak menampit razia yang dilakukan kepolisian ikut menyeret anak didiknya.
Dijelaskan, aktivitas belajar mengajar di sekolah yang baru dia pimpin berlasung sejak usai apel pagi pukul 7.00 wita.
• Dukung Amalia Landjar Maju Cabup, Hanny Pantouw: Saya Akan Datang saat Kampanye di Boltim