Pembunuhan Jenderal Iran

Dalang Pembunuhan Jenderal Iran, Miliki Rencana Sejak 2016, Tak Mau Pensiun Sebelum Soleimani Gugur

Keputusan Donald Trump untuk melancarkan serangan kepada Iran dan membunuh Qasem Soleimani rupanya tak serta merta berdasarkan keinginannya sendiri.

Dalang Pembunuhan Jenderal Iran, Miliki Rencana Sejak 2016, Tak Mau Pensiun Sebelum Soleimani Gugur
(TIME)
Jenderal Qassem Soleimani tewas oleh serangan Amerika Serikat 

Motif Pompeo menyingkirkan Soleimani bukanlah motif pribadi karena menurutnya dia seorang teroris dan perancang kekacauan.

Ia telah lama merencanakan pembunuhan Soleimani, sampai ia berusaha membuat visa di tahun 2016 untuk masa tinggal di Iran saat ia masih seorang anggota kongres di Kansas.

Saat itu, ia mengaku ia hendak ke sana untuk memonitor pemilihan umum, tetapi ia juga mengatakan tidak langsung jika ia ingin mengkonfrontasi Soleimani saat ia di sana.

Ia tidak mendapatkan visanya sama sekali.

Pompeo juga yakin jika Soleimani adalah pembunuh banyak tentara Amerika yang telah berperang dengan Pompeo di Timur Tengah saat ia menjalankan tugas militernya.

Pasalnya, Amerika percaya jika saat Perang Irak, Soleimani menyediakan pasukan Irak dengan bom spesial yang mampu menembakkan senjata.

Iran menyangkal klaim tersebut, tetapi Pentagon mengatakan Soleimani dan pasukannya "bertanggung jawab pada terbunuhnya ratusan Amerika dan anggota koalisi militer dan termasuk yang terluka."

Belakangan ini, Soleimani juga terlihat sebagai arsitek operasi militer Iran di Irak dan Suriah.

Salah satu sumber mengatakan, Pompeo pernah mengatakan pada temannya jika, "aku tidak akan pensiun dari tugas militer sampai Soleimani gugur di medan perang."

Pompeo telah mendapat julukan "pembisik Trump" untuk hubungannya dengan Donald Trump, kemampuan Pompeo untuk 'menjual' strategi agresif terhadap Iran kepada Trump, sampai menyebabkan Presiden berani memunculkan konflik, adalah cara persuasif yang tidak terkira.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved