Bolsel

Hadirkan Wahana Banana Boat, Objek Wisata Mangrove Trans Patoa Banjir Pengunjung

Sejak Banana Boat mulai difungsikan, jumlah pengunjung di lokasi wisata yang dikelolah oleh badan usaha milik desa (Bumdes) ini, membludak

Hadirkan Wahana Banana Boat, Objek Wisata Mangrove Trans Patoa Banjir Pengunjung
Istimewa/Antho Patierooy
Hadirkan Banana Boat, Objek Wisata Mangrove Trans Patoa Banjir Pengunjung 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Mulai beroperasi sejak pekan lalu, wahana Banana Boat di Lokasi wisata Magrove Desa Trans Patoa, Kecamatan Helumo, langsung diminati pengunjung.

Terbukti, sejak Banana Boat mulai difungsikan, jumlah pengunjung di lokasi wisata yang dikelolah oleh badan usaha milik desa (Bumdes) ini, membludak.

Hal itu disampaikan Sangadi (Kepala desa) Trans Patoa, Anwar Stirman, Selasa (7/1/2020).

Hadirkan Banana Boat, Objek Wisata Mangrove Trans Patoa Banjir Pengunjung
Hadirkan Banana Boat, Objek Wisata Mangrove Trans Patoa Banjir Pengunjung (Istimewa/Antho Patierooy)

Menurut Anwar, sebelumnya jumlah pengunjung diobjek wisata ini masih dalam jumlah standar.

Namun setelah dilengkapi dengan fasilitas penunjang, wisatawan lokal dari berbagai daerah terus berdatangan.

“Sejak hari Jumat pasca Banana Boat dioperasikan, jumlah wisatawan yang berkunjung diperkirakan melebihi seratus orang,” kata Anwar.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keseruan naik banana boat, tidak perlu kuatir.

“Karena tarif perorang dibandrol Rp 25 ribu, sekali naik. Jumlah penumpang Banana Boat ini 5 orang, jadi sekali jalan tarifnya Rp 125 ribu, full atau tidak tetap tarifnya tetap sama,” kata dia.

Lanjutnya, selain Banana boat, saat ini objek wisata mangrove Trans Patoa juga sudah dilengkapi dengan peralatan diving dan snorkling yang lengkap.

“Jadi bagi para penikmat wisata bawah laut, ayo ke Desa Trans Patoa, karena selain peralatan diving yang sudah tersedia, para wisatawan juga tidak perlu kuatir lagi jika ingin menghabiskan waktu beberapa hari. Karena sudah ada juga home stay yang dibangun dilokasi wisata, dan ada juga dive center,” sebut Anwar.

Penunjang fasilitas objek wisata ini kata Anwar, merupakan bantuan dari Kementrian desa (Kemendes) dengan total anggaran kurang lebih Rp 1,3 Miliar.

“Ini merupakan program PIID-PEL tahun anggaran 2019 yang terdiri dari kegiatan fisik, pelatihan dan inkubasi. Saat ini pembangunan fisik yang sudah selesai diantaranya Home stay, dan taman. Untuk bangunan dive center tinggal finishing,” ungkapnya.

Anwar menambahkan, jika tidak ada aral melintang, objek wisata mangrove yang ada di desa yang ia pimpin ini akan diresmikan bulan ini juga.

“Kita agendakan peresmian akan dilakukan bulan ini juga, namun waktunya kapan belum bisa kami pastikan karena masih akan disesuaikan dengan agenda Pemerintah kabupaten, Bupati dan Wabup,” tukas Anwar.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved