Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Detik-detik Jenderal Iran Tewas Diserang Rudal AS, Rekaman CCTV Beredar

Jenderal Iran, Qasem Soleimani, dikabarkan tewas diserang rudal AS. Detik-detik terjadi tewas Qasem Soleimani terekam CCTV.

Editor: Rhendi Umar
(TIME)
Jenderal Qassem Soleimani tewas oleh serangan Amerika Serikat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jenderal Iran, Qasem Soleimani, dikabarkan tewas diserang rudal AS.

Detik-detik terjadi tewas Qasem Soleimani terekam CCTV.

Soleimani tewas bersama pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Kematiannya jelas mengejutkan. Pasalnya, dia merupakan komandan Pasukan Quds yang adalah cabang dari Garda Revolusi Iran.

Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan, konvoi Jenderal Iran itu dan Muhandis terbakar setelah dihantam rudal dari drone AS.

Selain Soleimani, Brigadir Jenderal Hussein Jafari Nia dan Mayor Jenderal Hadi Taremi yang notabene figur Garda Revolusi juga tewas dalam serangan.

PLN Upayakan Pemulihan Listrik di Tahuna Secepatnya, Utamakan Keselamatan Warga

Dilansir Daily Mirror Jumat (3/1/2020), Soleimani dilaporkan "tewas tercabik-cabik" dalam serangan rudal itu.

Menurut penuturan pejabat anonim AS, setidakya ada empat rudal yang secara presisi menghantam rombongan Soleimani.

Teheran sudah menyatakan serangan itu sebagai "pembunuhan", dengan kelompok Hezbollah berseru mereka akan melakukan balas dendam.

Sementara AS mengklaim, mereka harus melenyapkan Soleimani karena dia merencanakan penyerangan terhadap diplomat dan militer mereka di Irak.

Melalui Pentagon, serangan tersebut merupakan upaya Negeri "Uncle Sam" untuk mencegah adanya kekerasan lanjutan di masa depan.

Adapun dalam kicauannya di Twitter, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Qasem Soleimani seharusnya "dibunuh" bertahun-tahun silam.

Presiden 73 tahun itu berkata, Soleimani bertanggung jawab atas kematian warga AS, dan "ketahuan" berada di Bandara Baghdad.

Perdana Menteri sementara Irak, Adel Abdul Mahdi mengatakan, serangan udara itu adalah pelanggaran atas kedaulatan mereka, dan bisa memantik perang.

Hujan di Tahun 2020 Terparah Sepanjang 24 Tahun Terakhir, Indonesia Hadapi Fenomena Yang Cukup Besar

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan "pembalasan dendam" atas "penjahat yang sudah menumpahkan darah Soleimani".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved